Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Timur Tengah

Briket Tempurung Kelapa Purbalingga Tembus Pasar Asia Pasifik dan Timur Tengah, Kapasitas Produksi Masih Terba – radarbanyumas.disway.id

Briket tempurung kelapa asal Purbalingga menjangkau pasar internasional. Kapasitas produksi perusahaan masih sekitar empat kontainer 40 feet HC per bulan.

Sumber foto: radarbanyumas

RADARBANYUMAS.DISWAY.CO.ID– Briket arang tempurung kelapa produksi Kabupaten Purbalingga telah menjangkau pasar internasional, termasuk kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Namun, kapasitas produksi salah satu perusahaan di Desa Sinduraja, Kecamatan Kaligondang, masih sekitar empat kontainer berukuran 40 feet High Cube (HC) per bulan.

Keterbatasan kapasitas tersebut menjadi tantangan di tengah peluang pasar ekspor yang mulai terbuka. Informasi mengenai nilai transaksi, volume permintaan dari pembeli, dan target peningkatan produksi perusahaan belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia.

Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani melepas keberangkatan satu kontainer briket arang tempurung kelapa dari kompleks gudang produksi di Desa Sinduraja. Kontainer berukuran 40 feet HC itu membawa sekitar 26 ton briket untuk memenuhi permintaan pasar di kawasan Timur Tengah.

Menurut Dimas, pengiriman tersebut bukan ekspor pertama perusahaan. Sebelumnya, perusahaan telah mengirimkan empat kontainer berukuran 40 feet HC dan satu kontainer berukuran 20 feet HC ke pasar yang sama.

“Saya mendorong agar keberhasilan pelaku usaha lokal menembus pasar ekspor dapat menjadi inspirasi bagi pengusaha lain di Purbalingga,” kata Dimas.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DindagkopUKM) menyatakan siap memfasilitasi pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan untuk mengembangkan pemasaran ke luar negeri. Fasilitasi tersebut antara lain melalui berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai peluang serta proses pengembangan pasar ekspor.

Dimas berharap, sinergi pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat memperluas peluang ekspor produk unggulan Purbalingga sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Meski demikian, dukungan fasilitasi perlu diikuti langkah konkret agar semakin banyak pelaku usaha mampu mengakses pasar internasional. Informasi mengenai bentuk pendampingan, persyaratan ekspor, dan capaian program yang telah berjalan akan membantu mengukur sejauh mana dukungan pemerintah berdampak terhadap pelaku usaha.

Perusahaan briket di Sinduraja itu disebut telah menjangkau sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Untuk menjalankan produksi, perusahaan memperoleh pasokan tempurung atau batok kelapa dari berbagai wilayah di Jawa maupun luar Jawa.

Bahan baku tersebut harus memenuhi spesifikasi tertentu. Menurut keterangan yang disampaikan, bahan baku dengan karakteristik yang dibutuhkan banyak ditemukan di wilayah pegunungan.

Sumber: radarbanyumas. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with