Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Besok, Seminar Syair Perang Siak Hadirkan Filolog dan Akademisi hingga Pemerhati Budaya

Seminar mengupas nilai sejarah dan kebudayaan yang tersimpan dalam naskah kuno Syair Perang Siak digelar Senin 19 Oktober 2026

Sumber foto: Tribunpekanbaru.com

SIAK – Apa yang membuat Syair Perang Siak penting bagi sejarah Melayu?

Pertanyaan itu akan dibahas dalam seminar yang digelar Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Senin (19/10/2026).

Sejumlah filolog, akademisi, dan pemerhati budaya dihadirkan untuk mengupas nilai sejarah dan kebudayaan yang tersimpan dalam naskah kuno tersebut.

Seminar berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak, Setya Hendro Wardana, mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali Syair Perang Siak kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Melalui seminar ini, kami ingin masyarakat mendapatkan pengetahuan baru sekaligus mendorong pelestarian dan pemahaman terhadap nilai sejarah yang terkandung di dalamnya,” kata Hendro, Minggu (18/10/2026).

Menurut Hendro, pengenalan naskah kuno perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui keberadaan sebuah warisan sejarah, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya.

Hendro menegaskan kegiatan ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah.

“Kami ingin Syair Perang Siak semakin dikenal masyarakat. Naskah ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu terus dipelajari,” ujarnya.

Panitia menghadirkan empat narasumber untuk memperdalam pembahasan. Mereka adalah Dr. Aditia Gunawan dari Perpustakaan Nasional RI, Iik Idayanti, M.Hum, filolog Riau sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Budi Rahmad Ramadhan dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, serta Dr. Ir. H. Wan Muhammad Yunus, MT dosen Universitas Riau (Unri).

Kehadiran para narasumber tersebut membahas dari berbagai sudut pandang, mulai dari penelitian naskah, kajian akademik, hingga tradisi adat Melayu. Pendekatan ini penting agar Syair Perang Siak dapat dipahami melalui isi teks dan konteks sejarahnya.

Dalam draf pernyataan untuk dikonfirmasi kepada panitia, seminar ini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan naskah, tetapi juga memperluas pemahaman masyarakat terhadap warisan sejarah.

“Melalui pembahasan dari berbagai bidang, kami berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai Syair Perang Siak,” ujarnya.

Seminar dijadwalkan dibuka Bupati Siak Afni Zulkifli. Anggota Komisi X DPR RI dari daerah pemilihan Riau, Karmila Sari, serta Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI, Suharyanto, juga dijadwalkan hadir.

Syair Perang Siak telah ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 oleh Perpustakaan Nasional RI. Pengakuan tersebut menjadi momentum bagi Kabupaten Siak untuk memperluas pengenalan terhadap warisan sastra dan sejarah Melayu.

Sumber: Tribunpekanbaru.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with