Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Bawa Solusi Pembayaran Digital yang Lebih Terintegrasi, Mahasiswa ITB Raih Prestasi Nasional

Tim Kamojang dari ITB meraih juara 2 pada ajang Business Case Competition, di IPB University Business Festival 2026 Bogor, Minggu (4/10/2026). (Dok. Tim Kamojang)BOGOR, itb.ac.id – Tiga mahasiswa Institut Teknologi...

Sumber foto: Institut Teknologi Bandung

Gagasan tersebut dikembangkan untuk menjawab tantangan loyalitas pengguna di tengah persaingan aplikasi pembayaran digital. Banyaknya pilihan layanan memungkinkan pengguna berpindah aplikasi dengan mudah, sementara promosi seperti cashback belum tentu mendorong penggunaan secara berkelanjutan.

Melalui rancangan fitur yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, Tim Kamojang menawarkan pendekatan yang berpotensi memberikan pengalaman transaksi lebih praktis bagi pengguna sekaligus membantu penyedia layanan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Tim ini beranggotakan Clarissa Pramesti Tiara Puteri dari Program Studi Teknik Industri angkatan 2023 serta Khael Jonathan Hutabarat dan Muhammad Arifin Jurais dari Program Studi Manajemen Rekayasa angkatan 2023.

Membangun Loyalitas, Bukan Sekadar Mengandalkan Promosi

Kompetisi ini menantang peserta untuk menganalisis permasalahan bisnis dan merancang solusi strategis yang realistis serta dapat diimplementasikan. Dalam kompetisi tersebut, Tim Kamojang menganalisis salah satu aplikasi pembayaran digital.

Dari hasil analisis, tim mengidentifikasi bahwa persaingan layanan pembayaran digital tidak hanya berkaitan dengan besarnya insentif yang ditawarkan, tetapi juga kemampuan aplikasi untuk menjadi bagian dari aktivitas pengguna. Promosi seperti cashback dinilai dapat mendorong transaksi dalam jangka pendek, tetapi belum tentu membangun kebiasaan penggunaan secara berkelanjutan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim mengembangkan #YourEverydayCompanion melalui dua usulan yang saling melengkapi, yaitu PayPay Everyday dan PayPay Stars. PayPay Everyday dirancang untuk mendukung aktivitas dan kebutuhan transaksi pengguna, sedangkan PayPay Stars menawarkan mekanisme insentif untuk mendorong penggunaan berulang.

“Kami melihat bahwa loyalitas tidak cukup dibangun hanya melalui reward. Aplikasi juga perlu hadir dalam perjalanan aktivitas pengguna, mulai dari merencanakan pengeluaran hingga mengevaluasi transaksi. PayPay Everyday membangun relevansi tersebut, sedangkan PayPay Stars memberikan insentif agar pengguna kembali bertransaksi,” kata Jurais.

Tim memaparkan solusi #YourEverydayCompanion dalam babak final IPB University Business Festival 2026 Bogor, Sabtu (3/10/2026). (Dok. Tim Kamojang)

Memahami Perjalanan Pengguna sebagai Dasar Solusi

Dalam mengembangkan gagasan tersebut, Tim Kamojang menggunakan metode Customer Journey Mapping untuk memetakan pengalaman pengguna sebelum, selama, dan setelah beraktivitas. Melalui pendekatan ini, tim mengidentifikasi enam titik kendala yang dikelompokkan ke dalam empat fase, yaitu persiapan, awal aktivitas, selama beraktivitas, dan setelah aktivitas selesai.

Pada fase persiapan, pengguna berpotensi tidak menyadari bahwa saldo mereka hampir habis atau perlu mengisi saldo uang elektronik secara terpisah untuk menggunakan KRL. Ketika mulai beraktivitas, penggunaan kartu uang elektronik fisik juga membuat pengalaman transaksi belum sepenuhnya terintegrasi.

Selama beraktivitas, pengguna masih perlu berpindah aplikasi untuk mencari pilihan makanan dan hiburan yang sesuai dengan anggaran. Sementara itu, setelah aktivitas selesai, pengeluaran yang tidak terpantau berpotensi menyebabkan saldo tidak mencukupi untuk perjalanan pulang.

“Dari enam pain points tersebut, kami kemudian menerjemahkannya menjadi PayPay Everyday. PayPay tidak hanya digunakan ketika pengguna melakukan pembayaran, tetapi hadir sepanjang journey: membantu merencanakan pengeluaran, membantu pengguna bertransaksi dan menemukan aktivitas, sampai membantu mengevaluasi pengeluaran di akhir hari,” kata Khael.

Menurut tim, peluang pengembangan layanan tersebut semakin relevan bagi generasi muda. Berdasarkan analisis mereka, Generasi Z mencakup 43 persen dari basis pengguna PayPay, dengan frekuensi transaksi yang tinggi tetapi tersebar di berbagai aplikasi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang bagi layanan pembayaran digital untuk tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga membantu pengguna mengelola pengeluaran.

“Daripada terus bersaing melalui cashback, PayPay bisa membangun habitual use melalui relevansi terhadap kebutuhan sehari-hari,” ujar Clarissa.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembeda gagasan Tim Kamojang, sehingga bukan hanya mengusulkan penambahan insentif, tim berupaya menghubungkan fitur layanan, kebiasaan transaksi, dan kebutuhan pengguna ke dalam satu pengalaman yang lebih terintegrasi.

Melalui gagasan #YourEverydayCompanion, tim berharap dapat menunjukkan bahwa pengembangan layanan pembayaran digital perlu berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Solusi yang ditawarkan juga memperlihatkan potensi pendekatan berbasis pengalaman pengguna dalam membangun loyalitas pelanggan tanpa semata-mata mengandalkan promosi.

Sumber: Institut Teknologi Bandung. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with