Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Bandara Saudi Jadi Sasaran Serangan, Ini Penjelasan Menhaj di Tengah Konflik Saudi-Houthi

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memastikan pelaksanaan ibadah umrah bagi warga negara Indonesia (WNI) masih berjalan normal meski Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir…

Sumber foto: AFU.id

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memastikan pelaksanaan ibadah umrah bagi warga negara Indonesia (WNI) masih berjalan normal meski Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir menghadapi gelombang serangan dari kelompok Houthi. Pemerintah Indonesia hingga kini juga belum mengeluarkan pembatasan maupun peringatan perjalanan khusus terkait umrah ke Arab Saudi. “Mudah-mudahan tetap lancar semuanya,” ujar Irfan saat ditemui di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Jumat (23/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Arab Saudi. Reuters melaporkan kelompok Houthi kembali melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah Saudi, termasuk kawasan Riyadh dan Madinah, sementara aparat pertahanan Saudi mengklaim telah mencegat sejumlah serangan udara yang mengarah ke wilayah mereka.

Serangan itu bukan peristiwa tunggal. Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok Houthi juga mengklaim menyerang sejumlah fasilitas strategis Arab Saudi, termasuk King Khalid International Airport di Riyadh, King Fahd International Airport di Dammam, serta fasilitas energi milik Saudi Aramco. Beberapa serangan bahkan dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan gangguan operasional penerbangan.

Reuters juga melaporkan kantor pusat Saudi Aramco di Dhahran mengalami kerusakan setelah serangan pada pertengahan Oktober. Menyusul insiden tersebut, sebagian pegawai perusahaan minyak terbesar dunia itu diminta bekerja dari rumah dan sejumlah fungsi operasional dialihkan sementara ke kantor lain. Meski situasi keamanan memanas, Gus Irfan mengatakan laporan yang diterima Kementerian Haji dan

Umrah menunjukkan aktivitas ibadah di Makkah, Madinah, dan Jeddah masih berlangsung normal. Menurut dia, jalur penerbangan langsung dari Indonesia juga belum mengalami gangguan berarti. “Laporan terakhir lancar semuanya, terutama yang terkait dengan direct flight-nya, yang langsung, yang tidak transit,” katanya.

Ia mengakui terdapat beberapa penerbangan transit yang sempat mengalami keterlambatan. Namun sejauh ini keterlambatan tersebut dinilai belum memengaruhi jadwal keberangkatan maupun pelaksanaan ibadah jamaah Indonesia secara signifikan. “Yang transit pun juga lancar, hanya ada beberapa kali delay, tetapi tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Menurut Gus Irfan, pemerintah terus memantau kondisi keamanan melalui komunikasi rutin dengan otoritas Indonesia dan Arab Saudi. Informasi tersebut diperoleh dari Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, serta KJRI Jeddah yang setiap hari memantau perkembangan situasi di lapangan. “Tentu kita tiap hari selalu komunikasi dengan Kemlu kita, kemudian KBRI Riyadh, KJRI di Jeddah, kita selalu komunikasi,” katanya.

Ia juga mengaku telah bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia guna memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi di kota-kota tujuan jamaah umrah. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kawasan Makkah, Madinah, dan Jeddah masih berada dalam kondisi aman untuk aktivitas keagamaan. Di sisi lain, Reuters mencatat kelompok Houthi sebelumnya pernah menyampaikan ancaman terhadap ruang udara Arab Saudi.

Namun kelompok tersebut menyebut jalur udara yang menuju kota-kota suci Makkah dan Madinah dikecualikan dari target operasi mereka. Kementerian Haji dan Umrah menegaskan akan terus memantau perkembangan konflik dan menyiapkan langkah mitigasi jika situasi berubah. Hingga Jumat (23/10/2026), pemerintah menyatakan belum menerima indikasi yang mengharuskan pembatasan perjalanan umrah bagi jamaah asal Indonesia. (RHU)

Sumber: AFU.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with