Badan Gizi Nasional tutup permanen SPPG di Batang
Badan Gizi Nasional (BGN) menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terkait kasus dugaan keracunan makanan ANTARA News jateng peristiwa ...

Batang (ANTARA) – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terkait kasus dugaan keracunan makanan pada penerima manfaat.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis Kabupaten Batang Suyono di Batang, Kamis, mengatakan bahwa kepastian penutupan operasional dapur umum tersebut telah ditetapkan oleh BGN.
"Sebetulnya penutupan permanen itu sudah sejak hari Minggu yang lalu saya dengar informasinya. Akan tetapi, saya belum berani menyampaikan karena belum ada secara tertulis dari pusat," katanya.
Ia mengatakan hingga kini pihak pemerintah daerah belum menerima salinan dokumen resmi terkait hasil uji laboratorium sampel makanan yang memicu keracunan massal tersebut.
"Jadi, kami belum dapat membeberkannya ke publik. Tunggu saja nanti," katanya.
Menurut dia, untuk menjamin pemenuhan gizi ratusan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Bawang tidak terhenti karena pemerintah daerah bergerak cepat berkoordinasi dengan koordinator wilayah (korwil).
Nantinya, kata dia, penyaluran makanan MBG akan dibagi dan ditopang oleh SPPG terdekat melalui skema yang diatur langsung oleh sistem pusat.
"Saya sudah telepon korwil. Nanti pembagian penerima manfaat itu akan terbagi ke SPPG terdekat, itu pun tersistem dari pusat sedangkan dari pihak sini tinggal menerima saja," katanya.
Suyono yang juga menjabat Wakil Bupati Batang ini mengatakan pihaknya terus memastikan agar dapur SPPG penerus memiliki kapasitas produksi dan tingkat kepatuhan standar keamanan pangan yang memadai.
"Kami memperketat pengawasan terhadap seluruh pengelola SPPG. Kami juga menginstruksikan seluruh pengelola dapur umum MBG untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum tim satgas menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan," katanya.
Ia mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) mulai dari proses sanitasi, pengolahan bahan pangan, hingga penyajian.
"Seluruh SPPG harus memenuhi SOP. Kalau tidak memenuhi SOP, dari sekarang dibenahi sebelum saya turun ke sarana keseluruhan di lapangan," katanya.
Pewarta: Kutnadi Editor: Immanuel Citra Senjaya COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sumber: ANTARA News Jateng. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...