Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Atwan Ungkap Kejutan Iran dalam Perang yang Mungkin Terjadi

Seorang analis masalah strategis kawasan dengan merujuk pada kejutan-kejutan yang telah disiapkan Iran dalam kemungkinan perang mendatang bagi...

Sumber foto: Pars Today

Seorang analis masalah strategis kawasan dengan merujuk pada kejutan-kejutan yang telah disiapkan Iran dalam kemungkinan perang mendatang bagi para agresor Amerika-Zionis, memprediksi strategi Tehran dalam perang ini.

Menurut laporan kantor berita Mehr, Abdul Bari Atwan, analis masalah strategis kawasan dalam sebuah laporan dengan merujuk pada serangan Iran terhadap 12 kapal tanker raksasa pelanggar di Selat Hormuz yang berusaha melintasi selat ini tanpa mempertimbangkan pengaturan keamanan Iran, menulis bahwa hal ini merupakan tantangan bagi Amerika dan konfirmasi atas batalnya klaim negara ini tentang penguasaan atas selat dan mengembalikan pelayaran dagang ke selat tersebut.

Ia dengan merujuk pada fakta bahwa mundurnya Donald Trump, Presiden Amerika, dari ancamannya untuk membombardir Iran dengan "Mother of All Bombs" juga karena takut akan konsekuensinya, menambahkan bahwa bangsa dan pemerintah Iran tidak lagi takut terhadap serangan-serangan Amerika-Zionis dan berada pada tingkat kesiapan yang sangat tinggi untuk menghadapi segala agresi baru. Upaya Netanyahu untuk mempercepat agresi militer terhadap Iran juga bersumber dari ketakutan dan kengerian yang sama.

Atwan dengan menyatakan bahwa 8 bulan blokade terhadap Iran, termasuk penutupan pelabuhan-pelabuhan, gagal dalam mengubah rezim dan musuh juga gagal dalam memprovokasi bangsa Iran untuk melakukan protes jalanan, menegaskan bahwa apa yang terjadi di Iran justru sebaliknya dan solidaritas nasional di samping pemimpin dan pemerintah negara ini serta dukungan terhadapnya meningkat.

Ia menambahkan bahwa pernyataan dukungan Trump terhadap Netanyahu dalam pemilihan parlemen rezim Zionis menunjukkan bahwa ia telah menaruh semua telurnya dalam keranjang Partai Likud dan Benjamin Netanyahu, ketua partai ini.

Atwan dengan merujuk pada kemungkinan serangan koalisi Amerika-Zionis terhadap Iran menulis bahwa sekutu-sekutu Iran akan menang dalam perang ini dan semakin kuat dari hari ke hari, jari-jari mereka berada di pelatuk untuk memasuki perang dan menantikan dimulainya perang untuk melewati semua garis merah. Hizbullah Lebanon telah pulih dari pukulan yang diterimanya dan telah sepenuhnya memulihkan kemampuan militernya. Ansarullah di Yaman menjadi lebih kuat dari sebelumnya, Hashd al-Sha'bi di Irak dan "Hamas" juga tidak menyerah dan hadir di medan.

Analis Palestina ini menegaskan bahwa koalisi Amerika-Zionis, baik menjadi pemula agresi maupun Iran yang mengambil inisiatif dan menjadi yang terdepan dalam pemboman, akan menjadi pihak yang paling merugi dalam pertempuran ini, karena perahu-perahu cepat Iran dan ribuan rudal laut serta berkepala tandan, semuanya menantikan pertempuran besar.

Ia menilai strategi Iran dalam perang mendatang berbasis pada mendatangkan korban sebanyak mungkin kepada personel militer Amerika, baik di kapal induk dan kapal perang maupun di pangkalan-pangkalan Amerika di Yordania dan kawasan Teluk Persia, dan menawan sebanyak mungkin dari mereka, dan menambahkan bahwa kehadiran 50 ribu marinir di kapal-kapal Amerika dan kembalinya mereka ke Amerika dalam peti mati, adalah jalan terpendek untuk kekalahan Amerika dan keluarnya mereka secara hina dari kawasan, persis sebagaimana yang terjadi di Afghanistan, Irak, Lebanon, dan Vietnam.

Ia pada akhir artikel ini menegaskan bahwa dalam perang 12 hari 2025, rudal-rudal berkepala tandan Iran menghancurkan sebagian besar permukiman di Tel Aviv dan membuat 7 juta pemukim Zionis siang-malam menuju tempat-tempat perlindungan. Dalam perang mendatang juga mungkin kita akan menyaksikan runtuhnya gedung-gedung pencakar langit di Haifa, Tel Aviv, Ashkelon, Ashdod, dan Eilat dengan cara yang sama seperti runtuhnya World Trade Center di New York. Sedemikian rupa sehingga sensor militer rezim Zionis juga tidak akan berhasil dalam menutupi dan mencegah pengambilan gambar serta menyembunyikan fakta-fakta menggetarkan ini. (MF)

Sumber: Pars Today. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with