AS Serang Pulau Qeshm Iran di Tengah Negosiasi Damai
Militer AS melancarkan serangan udara ke Pulau Qeshm, Iran, saat Donald Trump memberi sinyal kemajuan negosiasi untuk mengakhiri konflik.

Serangan udara militer Amerika Serikat (AS) menghantam Pulau Qeshm, Iran, pada Selasa (2/11/2026), ketika Washington dan Teheran tengah menunjukkan sinyal kemajuan dalam perundingan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung selama delapan bulan. Operasi tersebut menyasar fasilitas militer Iran di kawasan strategis Selat Hormuz, dilansir dari Investor Daily.
Laporan The Wall Street Journal pada Selasa (3/11/2026), yang mengutip sejumlah pejabat AS tanpa menyebutkan identitasnya, menyebut serangan itu sebagai bagian dari operasi militer terbatas yang berlangsung secara tertutup selama beberapa pekan terakhir.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan lima ledakan terdengar secara berurutan di Pulau Qeshm. Warga setempat juga mengaku melihat dua pesawat tempur melintas di wilayah udara pulau tersebut.
Pentagon mengarahkan pertanyaan mengenai serangan itu kepada Komando Sentral AS (CENTCOM). Namun, komando militer tersebut belum memberikan tanggapan resmi hingga laporan diterbitkan.
Menurut pejabat AS yang dikutip The Wall Street Journal, operasi militer tersebut bersifat defensif dan bertujuan mengurangi kemampuan Iran menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sejumlah serangan terbatas dilaporkan menyasar posisi rudal permukaan-ke-udara Iran yang dinilai mengancam aset militer AS. Washington juga tidak mengumumkan operasi tersebut secara terbuka untuk menghindari kesan bahwa pemerintah AS hendak kembali menjalankan operasi tempur berskala besar.
Serangan terbaru berlangsung ketika Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme mengenai peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat.
Trump menyatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik masih memiliki peluang untuk terwujud.
Dampak perkembangan diplomatik tersebut terlihat di pasar energi. Harga minyak dunia merosot lebih dari 7% pada perdagangan Senin (2/11/2026), setelah sebelumnya mengalami lonjakan akibat pembatasan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Konflik terbuka yang pecah pada akhir Februari 2026 memicu pembatasan dan pengawasan ketat terhadap kapal-kapal komersial oleh militer Iran. Kondisi tersebut menghambat distribusi energi melalui jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.
Sebelum eskalasi konflik, sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati Selat Hormuz. Gangguan pelayaran di kawasan tersebut kemudian memicu krisis energi dan kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Pulau Qeshm merupakan wilayah strategis Iran yang memiliki sejumlah fasilitas militer penting, termasuk jaringan lokasi rudal bawah tanah dan instalasi desalinasi air. Posisi geografisnya menjadikan pulau tersebut bagian penting dari dinamika keamanan di sekitar Selat Hormuz.
Sumber: Demokratis.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Ledakan terdengar di Qeshm dan Bandar Lengeh, Iran
Sejumlah ledakan terdengar pada Selasa pagi di wilayah selatan Iran, termasuk Pulau Qeshm dan kota pesisir Bandar Lengeh. Menurut laporan kantor berita pemerintah, IRNA, ANTARA...
Bendera Iran Berkibar, Potret Warga Sipil Mulai Dilatih untuk Perang
Iran buka pusat pelatihan militer bagi relawan sipil di Teheran, di tengah perang dengan AS-Israel yang telah berlangsung delapan bulan.
Jaga Stabilitas Keamanan Nasional, Kapolri Beri Arahan Tegas Kepada Kapolda hingga Kapolsek
Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., memimpin kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Situas
AS Diam-diam Serang Pulau di Iran, Trump Justru Sebut Kesepakatan Damai Bisa Tercapai
AS dilaporkan diam-diam menyerang Pulau Qeshm di Iran. Lima ledakan terdengar saat Trump justru menyebut kesepakatan damai dengan Teheran memungkinkan