Arab Saudi Tuding Iran Dorong Houthi Tingkatkan Serangan ke Riyadh
Arab Saudi menuding Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung kelompok Houthi

KAIRO, KOMPAS.TV – Arab Saudi menuding Iran mendorong kelompok pemberontak Houthi di Yaman untuk meningkatkan serangan terhadap wilayah kerajaannya, termasuk serangan terhadap bandara internasional di Riyadh dan fasilitas minyak strategis Saudi Aramco.
Wakil Menteri Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Rayed Krimly, menyampaikan tudingan tersebut dalam pengarahan kepada jurnalis pada Kamis (15/10/2026).
Krimly mengatakan, eskalasi serangan Houthi terjadi ketika konflik yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung. Ia menilai Teheran belum menunjukkan kesediaan mengambil langkah yang diperlukan guna meredakan konflik.
“Kami menilai eskalasi yang dilakukan Houthi pada tahap konflik saat ini didorong oleh Iran,” kata Krimly seperti dikutip dari The Associated Press.
Ia menuduh Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung kelompok Houthi, yang menurutnya melanggar sejumlah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta komitmen dalam kesepakatan Beijing antara Iran dan Arab Saudi.
Menurut Krimly, sedikitnya 19 orang, termasuk warga negara asing, tewas dalam rangkaian serangan Houthi yang disebutnya sebagai kejahatan perang.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi juga mengatakan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh telah menjadi sasaran serangan sebanyak 20 kali sepanjang Oktober.
Serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas penerbangan, minyak, dan militer di Arab Saudi. Eskalasi ini turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan kawasan dan mengguncang pasar global.
Krimly mengatakan, Arab Saudi telah mengajak Houthi bertemu di Oman pada Juli untuk menyelesaikan perbedaan dan mengakhiri eskalasi. Namun, kata dia, kelompok tersebut menolak menghadiri pertemuan itu.
Beberapa hari kemudian, Houthi memperluas penguasaan wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman hingga kawasan Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran penting dunia yang menjadi alternatif bagi Selat Hormuz.
Sumber: Kompas.tv. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...