Arab Saudi Pastikan Keamanan Jemaah Umrah Terjamin, Dubes di Indonesia Katakan Ini – Kabar Baitullah
Arab Saudi menjamin penuh keamanan jemaah umrah dan pengunjung internasional di negaranya di tengah konflik dengan milisi Houthi, Yaman.

Pemerintah Arab Saudi memberikan jaminan keamanan penuh bagi jemaah umrah dari berbagai negara di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul serangkaian serangan kelompok Houthi terhadap Kerajaan Arab Saudi.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, memastikan pemerintahnya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi warga negara, pengunjung, serta jemaah umrah yang berada di wilayahnya.
"Kerajaan Arab Saudi tentu akan mengambil tindakan-tindakan yang semestinya dalam rangka mengamankan warga Arab Saudi, para pengunjung, dan juga jamaah umrah," kata Faisal, dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Ahad 18 Oktober 2026.
Di menegaskan, upaya menjaga keamanan tidak mengubah komitmen Arab Saudi untuk mengedepankan perdamaian sebagai jalan menjaga stabilitas kawasan yang tengah menghadapi eskalasi konflik.
Ia juga memastikan kondisi di dalam negeri Arab Saudi masih kondusif, stabil, dan aman meskipun Kerajaan menghadapi serangkaian serangan yang dilancarkan kelompok Houthi.
Menurut Faisal, Arab Saudi memiliki hak berdasarkan hukum internasional untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya sekaligus melindungi seluruh warga negara serta ekspatriat yang tinggal di negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap keselamatan warga asing dan jemaah umrah yang melakukan perjalanan ke Tanah Suci ketika situasi keamanan regional mengalami ketegangan.
Faisal menjelaskan, Arab Saudi selama ini telah mendorong penyelesaian konflik Yaman melalui jalur politik sejak kelompok Houthi mengambil alih kekuasaan dari pemerintah yang sah pada 2014.
Upaya tersebut, menurut dia, diarahkan untuk mencapai penyelesaian politik yang komprehensif dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak terkait di Yaman serta Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman.
"Namun, milisi Houthi terus menolak upaya perdamaian dan menghalangi pencapaian solusi politik komprehensif di Yaman. Houthi lebih memilih eskalasi militer yang terus-menerus," ujar Faisal.
Ia menambahkan, Arab Saudi melalui koalisi internasional terus mendukung legitimasi pemerintahan Yaman dan berkoordinasi dengan pemerintah yang sah untuk memperkuat kemampuan menjaga keamanan serta stabilitas negara tersebut.
Sumber: Kabar Baitullah. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...