Ansarallah Umumkan Serangan Skala Besar ke Bandara dan Fasilitas Saudi Aramco
Kelompok Ansarallah (Houthi) mengumumkan serangan ke kilang Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, hingga Bandara Riyadh pada Senin (19/10).

Juru bicara militer Ansarallah, Yahya Sarea, mengumumkan gelombang serangan skala besar yang menyasar sejumlah infrastruktur strategis di wilayah Arab Saudi pada Senin (19/10). Dalam pernyataan resminya, Sarea mengklaim target serangan mencakup fasilitas minyak Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta Bandara Abha beserta instalasi radarnya. Selain itu, pangkalan udara militer di Khamis Mushait, pangkalan Angkatan Laut Saudi di Jazan, dan stasiun radar Bir Askar di Najran turut diklaim menjadi sasaran.
Sarea menyatakan aksi militer tersebut dilancarkan sebagai balasan atas serangan udara Arab Saudi yang menyasar wilayah sipil di Sanaa dan beberapa kawasan Yaman lainnya. Pihak Ansarallah mengklaim gempuran koalisi tersebut menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, yang mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak.
Klaim serangan langsung ke infrastruktur minyak dan transportasi udara vital Arab Saudi ini berisiko memperluas gangguan rantai pasok energi global di tengah eskalasi militer yang kian panas di Timur Tengah.
Sumber: Cryptowave. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...