Al Azhar Serukan Komite Mediasi Negara Arab dan Islam
Seruan Al Azhar muncul di tengah konflik Saudi dan Yaman.
KAIRO — Al Azhar Mesir menyerukan pembentukan segera sebuah komite mediasi yang melibatkan perwakilan negara-negara Arab dan Islam. Hal ini guna membantu mengakhiri konflik yang melanda kawasan tersebut.
Seruan dari Al Azhar, lembaga Islam Sunni terkemuka di dunia, muncul ketika permusuhan antara Arab Saudi dan milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran semakin meningkat dalam babak baru konflik di Timur Tengah. Dalam pernyataan pada Ahad (18/10/2026), Imam Besar Al-Azhar, Syekh Ahmed Al-Tayeb, mendesak para pemimpin Arab dan Muslim untuk menjunjung tinggi semangat persaudaraan serta ikatan agama, darah, dan bahasa. Selain itu, mengutamakan kebijaksanaan, serta mengedepankan akal sehat dan dialog.
Al-Tayeb memperingatkan bahwa perpecahan dan konflik internal telah melemahkan dunia Arab dan Islam, mengancam keamanan serta kedaulatannya. Sekaligus, menguras sumber daya dan kekayaan di saat persatuan sangat dibutuhkan.
Sebagai lembaga yang telah berusia lebih dari 1.000 tahun, Al-Azhar memiliki pengaruh besar di kalangan umat Islam Sunni di seluruh dunia. Pemimpinnya saat ini, Imam Ahmed Al-Tayeb, juga menikmati popularitas luas di dunia Arab dan Islam.
Meski seruan pembentukan komite mediasi untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut merupakan langkah yang relatif jarang dilakukan lembaga berpengaruh itu dalam ranah politik dan diplomasi, inisiatif tersebut kemungkinan besar akan dipandang sebagai langkah yang lebih bersifat simbolis.
Al-Azhar menyatakan bahwa komite yang diusulkan harus menghimpun tokoh-tokoh bijaksana dan tulus dari berbagai negara Arab dan Islam untuk meredakan krisis yang semakin memanas, menjembatani perbedaan, serta menyelesaikan perselisihan.
Lembaga itu juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan segala bentuk dukungan yang memungkinkan bagi komite tersebut. Al-Azhar menyampaikan keyakinannya bahwa pihak-pihak yang terlibat dapat mengatasi perbedaan dan membuka lembaran baru demi kepentingan perdamaian dan stabilitas.
Sumber: republika.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...