Airlangga Pastikan Gejolak Pasar Modal Tak Ganggu Perekonomian Nasional
Dijelaskan Airlangga, sentimen negatif terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan salah satu dinamika yang terjadi di pasar keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian , Airlangga Hartarto memastikan perekonomian nasional tak akan terganggu meski ada gejolak sentimen di pasar modal.
Dijelaskan Airlangga, sentimen negatif terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan salah satu dinamika yang terjadi di pasar keuangan.
Namun, menurut Airlangga, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk menilai perekonomian Indonesia.
“Memang dari segi sentimen, seperti yang kemarin dibahas, ada riak-riak seperti MSCI. Tetapi, kan, itu bukan sesuatu yang mengganggu secara keseluruhan dan banyak rating agensi lain juga bisa menilai perekonomian kita,” ujarnya seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna Kabinet Merah Putih di Halaman Tengah Istana Merdeka, Rabu (21/10).
Diketahui, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk mendukung sejumlah program hingga akhir 2026.
Kata Airlangga, penilaian terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya bergantung pada satu lembaga pemeringkat atau penyedia indeks.
Menurutnya, masih terdapat lembaga pemeringkat lain yang dapat menilai kondisi ekonomi nasional.
Airlangga mengatakan pemerintah berupaya menjaga kepercayaan pasar melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L). Dia menyebut pergerakan pasar saham pada Rabu berada di zona hijau.
IHSG mulai menunjukkan penguatan dan pelemahan rupiah mulai mereda. Hal ini, setelah otoritas mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sesuai keinginan investor.
“Ya, tentu gini, kita menenangkan pasar dan hari ini kan kita lihat juga sudah berada di dalam jalur hijau. Nilai rupiah kan sekarang juga sudah melandai sedikit," ungkapnya.
Sementara itu, pemerintah juga berupaya memperkuat hubungan dagang dengan mitra internasional.
Pemerintah Indonesia telah menjalin Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat serta Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dengan Uni Eropa.
"Dengan Amerika kan kita sudah ada ART, dengan Eropa kita ada EU-CEPA. Jadi di tengah situasi yang tidak menentu ini, Indonesia bisa memastikan kerja sama dan membuka akses pasar secara luas," jelas Airlangga.
Tak heran jika dirinya meminta pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya bekerja sama menghadapi ketidakpastian global yang diperkirakan masih berlanjut hingga tahun depan.
"Karena situasi geopolitik tidak akan berubah untuk memasuki tahun depan," katanya.
Sumber: Pasardana. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.