Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

ACWA Mengembangkan Bisnis Air dan Energi hingga Bernilai Miliaran Dolar

ACWA didirikan pada 2004 oleh tiga keluarga pebisnis terkemuka Arab Saudi. Setahun kemudian, perusahaan mulai mengembangkan proyek berskala besar di bidang

Sumber foto: شبكة تواصل الإخبارية

Industri pengolahan air laut menjadi sumber kekayaan besar bagi keluarga pebisnis Arab Saudi di luar sektor minyak. Keluarga Abunayyan dan Al Muhaidib secara bersama-sama menguasai sedikitnya 26,3% saham ACWA, perusahaan air dan energi dengan nilai mencapai USD 34,9 miliar, berdasarkan perhitungan Bloomberg Billionaires Index, seperti dilansir dari Detik iNET. Perkembangan ACWA memperlihatkan bagaimana bisnis infrastruktur air dan energi turut membentuk kekayaan swasta di kerajaan tersebut.Perusahaan ini memanfaatkan kebutuhan besar terhadap air bersih sekaligus memperluas kegiatan usahanya ke pembangkit listrik dan energi terbarukan. Kelangkaan air tawar menjadikan teknologi desalinasi sangat penting bagi negara-negara di kawasan Teluk. Proses ini menghilangkan garam serta kotoran lain dari air laut sehingga air dapat digunakan untuk konsumsi dan berbagai kebutuhan lainnya. Menurut Otoritas Air Arab Saudi, produksi air hasil desalinasi di kerajaan tersebut melampaui 11,1 juta meter kubik setiap hari. Skala produksi itu mencerminkan besarnya kebutuhan terhadap infrastruktur pengolahan air di negara tersebut. Secara global, sekitar setengah kapasitas desalinasi yang telah terpasang berada di enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk. Kelompok negara tersebut mencakup Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar, yang menghadapi keterbatasan sumber air tawar. Kebutuhan air juga berkaitan dengan aktivitas keagamaan di Arab Saudi. Mekah, sebagai kota paling suci umat Islam, mengalami lonjakan permintaan air ketika ibadah haji tahunan berlangsung.

ACWA didirikan pada 2004 oleh tiga keluarga pebisnis terkemuka Arab Saudi. Setahun kemudian, perusahaan mulai mengembangkan proyek berskala besar di bidang penyediaan air dan listrik untuk memenuhi kebutuhan, termasuk di Mekah. Mohammad Abunayyan, salah satu pendiri ACWA, memiliki latar belakang keluarga dalam bisnis irigasi. Ayahnya turut memelopori pemanfaatan pompa turbin bertenaga diesel untuk pertanian, pengalaman yang menjadi bagian dari landasan ekspansi bisnis keluarga ke industri desalinasi.Pendiri lainnya, Sulaiman Al Muhaidib, berasal dari keluarga pedagang dengan kegiatan usaha di bidang makanan, real estat, dan sejumlah industri lain. Sementara itu, Ahmad Al Rajhi berasal dari keluarga terkemuka yang bergerak di sektor investasi dan industri Arab Saudi. Latar belakang ketiga pendiri tersebut berkaitan dengan perkembangan ACWA menjadi salah satu perusahaan swasta terbesar di dunia dalam bidang desalinasi. Seiring pertumbuhan bisnis, perusahaan memperluas portofolionya ke pembangkit listrik dan proyek energi terbarukan.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, ACWA memiliki 108 proyek yang tersebar di 15 negara. Keseluruhan proyek tersebut mencakup investasi sekitar USD 117 miliar, menunjukkan luasnya kegiatan perusahaan dalam sektor air dan energi.Khusus untuk bisnis desalinasi, kapasitas gabungan portofolio ACWA mencapai 9,2 juta meter kubik per hari. Angka tersebut mencakup fasilitas yang telah beroperasi maupun proyek yang masih dalam tahap pengembangan. Dari sisi keuangan, ACWA mencatat laba bersih sekitar 1,9 miliar riyal Arab Saudi atau setara USD 507 juta pada 2025.Dana Investasi Publik Arab Saudi menjadi pemegang saham terbesar perusahaan dengan kepemilikan sebesar 44,2%. Kombinasi antara proyek infrastruktur berskala besar, operasi lintas negara, dan kebutuhan air bersih menempatkan ACWA dalam industri yang semakin penting bagi kawasan Timur Tengah. Tekanan iklim serta ancaman keamanan turut meningkatkan perhatian terhadap keberlangsungan infrastruktur desalinasi.

Prateek Bhatnagar, analis di bank investasi AS Jefferies, menilai kontrak pasokan air jangka panjang membantu menjaga ketahanan bisnis ACWA ketika perekonomian mengalami pelemahan dalam jangka pendek. Menurutnya, penyebaran operasi perusahaan di berbagai negara juga dapat mengurangi potensi dampak gangguan yang terjadi pada fasilitas tertentu.Strategi pengembangan ACWA tidak terbatas pada pasar domestik Arab Saudi. Perusahaan telah memperluas kegiatan usahanya ke sejumlah negara, termasuk Maroko, Mesir, Uzbekistan, dan China.Selain pasar yang telah dimasuki tersebut, ACWA juga tengah menjajaki berbagai peluang baru di Amerika Serikat. Ekspansi ini melengkapi portofolio bisnis air dan energi yang menjadi dasar pertumbuhan perusahaan di pasar internasional.

Sumber: شبكة تواصل الإخبارية. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with