Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Trump Tegaskan MOAB Bukan Senjata Nuklir untuk Iran

Donald Trump menegaskan MOAB adalah bom konvensional dan menyatakan AS tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam operasi terhadap Iran.

Sumber foto: Suara Independent News

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi laporan bahwa pemerintahannya mempertimbangkan penggunaan GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast atau MOAB dalam operasi militer terhadap Iran, dengan menegaskan bom tersebut merupakan senjata konvensional, bukan nuklir.

Dalam wawancara dengan Newsmax pada Kamis (15/10) waktu setempat, Trump ditanya mengenai laporan penggunaan MOAB terhadap Iran, kemungkinan setelah pemilu sela AS pada November mendatang.

Trump menekankan bahwa MOAB merupakan bom berukuran sangat besar dan tidak termasuk senjata nuklir dalam persenjataan Amerika Serikat.

"Ibu dari segala bom bukanlah senjata nuklir. Itu hanyalah bom yang sangat besar," kata Trump dalam wawancara tersebut.

Trump kembali menegaskan karakter konvensional senjata itu ketika menjawab pertanyaan mengenai laporan penggunaannya terhadap Iran.

"Ibu dari segala bom adalah bom yang sangat besar, tetapi bukan senjata nuklir," kata Trump.

Menurut laporan CNN yang mengutip sejumlah pejabat AS, militer Amerika Serikat sedang menyusun rencana kemungkinan penggunaan MOAB terhadap infrastruktur energi dan situs-situs nuklir Iran jika Trump memutuskan melanjutkan pertempuran.

MOAB disebut sebagai bom konvensional terbesar dalam persenjataan militer AS. Menurut laporan tersebut, senjata ini bersifat non-nuklir dan dipandu menggunakan GPS.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga menepis kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam operasi militer terhadap Iran. Ia menyatakan Washington tidak memerlukan senjata tersebut.

"Tidak, saya tidak akan menggunakan senjata nuklir. Kita tidak perlu menggunakannya," tegas Trump.

Trump kemudian ditanya mengenai kepercayaannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia memberikan jawaban yang mencakup pandangannya terhadap hubungan kepercayaan dalam politik.

"Sejujurnya, saya tidak mempercayai siapa pun," jawab Trump.

Trump memperluas pernyataannya ketika kembali ditanya soal kepercayaan terhadap pihak lain dalam dunia politik.

"Saya tidak mempercayai siapa pun. Dalam dunia politik, saya tidak mempercayai siapa pun," tandas Trump.

Sumber: Suara Independent News. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with