Siaga Bencana, Polres Bone Perkuat Kesiapan Personel dan Peralatan
Memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana alam, Polres Bone menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2026 di halaman Mapolres Bone, Kamis 5 November...

Memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana alam, Polres Bone menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2026 di halaman Mapolres Bone, Kamis 5 November 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam mengantisipasi berbagai ancaman bencana.
Apel dipimpin langsung Kapolres Bone, AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., dengan Komandan Apel Kaurbinops Satsamapta Polres Bone, Iptu Sakwan, S.H. Kegiatan tersebut dihadiri Danyon C Pelopor Kompol Rudi Mandaka, S.H., Dandenpom XIV/1 Letkol Cpm Wijaya Ardi, S.H., M.H., Wakapolres Bone Kompol Antonius Tutleta, S.Pd., para pejabat utama Polres Bone, serta para Kapolsek jajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bone membacakan amanat Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H. Amanat tersebut menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga pemangku kepentingan terkait, dalam menghadapi potensi bencana alam.
Kapolres Bone menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana. “Apel ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta memperkuat koordinasi lintas sektoral agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Kapolres.
Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kondisi geografis yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan, dataran rendah hingga wilayah pesisir, berpotensi memicu berbagai bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Menghadapi kondisi tersebut, diperlukan sinergi dan kesiapan seluruh unsur terkait agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi sejak dini. Koordinasi yang baik antara TNI-Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait menjadi kunci dalam memastikan proses penanganan berjalan efektif dan terpadu.
Kapolres Bone, AKBP Astoto Budi Rahmantyo, menegaskan komitmen Polres Bone untuk terus meningkatkan kesiapan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. “Kami berkomitmen memperkuat kesiapan personel dan koordinasi dengan seluruh instansi terkait, sehingga kehadiran Polri dapat memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat bencana alam,” tegasnya.
Melalui apel gelar pasukan ini, Polres Bone menegaskan pentingnya membangun kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi ancaman bencana alam. Sinergitas TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjaga keselamatan jiwa serta meminimalkan dampak bencana melalui penanganan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
26 provinsi dan kota akan secara proaktif menanggapi bencana alam dalam 10 hari ke depan.
(Inspeksi) - Komite Pengarah Nasional untuk Pertahanan Sipil telah mengeluarkan dokumen yang meminta 26 provinsi dan kota untuk secara proaktif menanggapi potensi bencana alam...
Saudi Berhasil Cegat Rudal yang Disebut Menuju Madinah, Begini Tanggapan Houthi
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang disebut...
Karhutla Kalimantan: Bencana Alam atau Kegagalan Tata Kelola? Halaman 1
Lebih dari 70 persen titik panas di Kalimantan berada di area konsesi. Apakah karhutla murni bencana alam, atau kegagalan tata kelola?
MotoGP Qatar 2026 Tetap Digelar di Tengah Konflik Timur Tengah
MotoGP Qatar tetap lanjut di tengah konflik Israel-Iran; jadwal dirombak akibat penundaan pembalap serta ancaman keamanan hotel.