Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Sisi tegaskan Mesir siap bela Arab Saudi, tetapi tak akan serang Yaman

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan kesiapan negaranya untuk memberikan dukungan militer demi melindungi wilayah Arab Saudi jika diperlukan. Namun, ia memastikan bahwa ANTARA News riau 2 ...

Sumber foto: ANTARA News Riau

Kairo (ANTARA) – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan kesiapan negaranya untuk memberikan dukungan militer demi melindungi wilayah Arab Saudi jika diperlukan. Namun, ia memastikan bahwa misi pertahanan tersebut tidak akan mencakup serangan ke wilayah Yaman.

Pernyataan itu disampaikan Sisi pada Rabu (21/10) dalam sesi keamanan nasional dan warga negara pada hari ketiga Forum Mesir 2026, menurut keterangan resmi kepresidenan Mesir.

Sisi menekankan bahwa keterlibatan militer Mesir akan dibatasi pada upaya melindungi wilayah dan perbatasan negara yang dibela. Ia juga menegaskan bahwa Mesir tidak akan melakukan operasi militer melampaui batas wilayahnya sendiri maupun perbatasan negara yang menjadi sasaran perlindungan.

“Keamanan nasional Arab tidak dapat dipisahkan,” kata Sisi, seraya menegaskan bahwa stabilitas negara-negara Teluk merupakan bagian penting dari kepentingan keamanan nasional Mesir.

Ia juga menyatakan bahwa Mesir siap membela wilayah negara-negara Arab lainnya apabila diminta. Menurut Sisi, dukungan tersebut didasarkan pada kepentingan keamanan bersama dan upaya menjaga stabilitas kawasan.

Parlemen Mesir tunda keputusan dukungan militer

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Wacana keterlibatan militer Mesir mengemuka setelah Sisi pada Sabtu (17/10) meminta parlemen memberikan otorisasi atas kemungkinan pengerahan dukungan militer untuk membela Arab Saudi apabila negara kerajaan itu memintanya.

Parlemen Mesir kemudian menggelar sidang pada Minggu (18/10) dan Senin (19/10). Namun, pemungutan suara mengenai otorisasi tersebut ditunda hingga 26 Oktober.

Penundaan itu membuat keputusan akhir mengenai kemungkinan dukungan militer Mesir masih menunggu proses di parlemen.

Pernyataan Sisi muncul di tengah meningkatnya permusuhan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak dilaporkan saling melancarkan serangan, sehingga situasi keamanan kawasan menjadi perhatian.

Sikap Mesir tersebut menegaskan garis kebijakan yang disampaikan Sisi: Kairo membuka kemungkinan membantu mempertahankan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya, tetapi menempatkan perlindungan wilayah sebagai batas keterlibatan militernya, bukan menyerang Yaman.

Pewarta : Xinhua Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026

Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with