Irak dan Pakistan Tutup Perbatasan dengan Iran, Ratusan Truk Terjebak
Irak dan Pakistan menutup sejumlah jalur perbatasan dengan Iran di tengah meningkatnya tekanan AS.

Seorang pejabat otoritas perbatasan Irak mengatakan, pos pemeriksaan Al-Sheeb ditutup sejak Rabu pagi tanpa menyebutkan alasan kebijakan tersebut.
"Perbatasan telah ditutup sejak pagi ini hingga waktu yang belum ditentukan," kata pejabat tersebut kepada AFP.
Situs berita lembaga peradilan Iran, Mizan Online, turut mengonfirmasi penutupan tersebut. Menurut media itu, keputusan diambil oleh kantor Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi.
Dua sumber politik Irak mengatakan, pemerintah AS telah mendesak Baghdad untuk menutup seluruh jalur perbatasannya dengan Iran.
Salah satu sumber mengungkapkan, Departemen Keuangan AS telah membahas persoalan tersebut dengan Al-Zaidi saat menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York bulan lalu.
Menurut sumber tersebut, hanya dua jalur perbatasan yang rencananya tetap dibuka, masing-masing satu di wilayah pemerintah federal Irak dan satu di wilayah otonom Kurdistan.
Sumber lainnya menyebutkan bahwa Washington juga meminta negara-negara tetangga Iran mengambil langkah serupa.
Irak dan Iran memiliki hubungan politik, agama, serta ekonomi yang erat. Kedua negara berbagi perbatasan sepanjang lebih dari 1.400 kilometer dengan sedikitnya delapan pos penyeberangan resmi.
Di Pakistan, penutupan perbatasan menyebabkan ratusan kendaraan pengangkut barang mengantre di pos Gabd-Rimdan, wilayah barat daya negara tersebut.
Seorang jurnalis AFP menyaksikan deretan truk menunggu izin menyeberang menuju Iran pada Rabu.
Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Jelang Hari jadi ke 3 Pujaketarub Nasional Gelar Rapat Besar
Menjelang Hari Jadinya Dewan Pimpinan Nasional ( DPN ) Paguyuban Jawa keturunan Nusantara Bersatu ( Pujaketarub ) melaksanaka kegiatan Rapat Besar .pada minggu sore...
Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Panjang Usai Diancam Trump
Iran memperingatkan perang baru melawan AS bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya usai Trump kembali menebar ancaman.
Narkoba Serang Generasi Muda, Anggota DPRD Muara Enim Muhamad Napoleon Serukan Perang Total!
SumSel, Langkah tegas Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) beserta seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resor (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek) dalam memberantas peredaran...
Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Kemelut di Timur Tengah
Yamaha menyatakan tidak akan menurunkan pebalapnya di ajang balap MotoGP Qatar di weekend minggu depan karena alasan situasi Timur Tengah.