Aktivis Global Sumud Flotilla Ungkap Israel Tahan Ratusan Perempuan Palestina: Disiksa, Dilecehkan
Kekerasan yang dilakukan tentara Israel termasuk dugaan pemerkosaan, penyiksaan, hingga ancaman penyebaran foto dan video

Aktivis Global Sumud Flotilla Ungkap Israel Tahan Ratusan Perempuan Palestina: Disiksa Hingga Dilecehkan
JAKARTA – Aktivis Global Sumud Flotilla Indonesia, Maimon Herawati, mengungkapkan adanya ratusan perempuan Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Jumlah seluruh warga Palestina yang ditahan oleh Israel, kata Maimon, sebanyak 9.000 orang.
"Jumlah 9.000 seluruhnya warga Palestina ya (yang ditahan). Di dalamnya terdapat ratusan perempuan Kami dari Global Sumud Flotilla memahami dengan baik kebrutalan penjajah terhadap perempuan," kata Maimon dalam Forum Perempuan Iman dan Kebebasan bertema “Perempuan, Kemanusiaan dan Solidaritas Global untuk Palestina” di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, para tahanan perempuan Palestina tersebut menghadapi berbagai bentuk kekerasan dari tentara Israel.
Kekerasan yang dilakukan tentara Israel termasuk dugaan pemerkosaan, penyiksaan, hingga ancaman penyebaran foto dan video untuk menekan mereka.
"Perempuan Palestina merupakan saudara kita. Mereka mengalami pemerkosaan, penyiksaan, bahkan video dan foto mereka diambil untuk kemudian dijadikan ancaman akan disebarkan jika mereka tidak mau melakukan apa yang diminta oleh penjajah," ujarnya.
Menurut Maimon, dugaan kekerasan dan ancaman tersebut dapat memberikan tekanan berat kepada para tahanan.
Dirinya juga menyoroti adanya warga Palestina yang ditahan tanpa melalui proses pengadilan.
"Banyak di antara mereka yang dipenjara tanpa proses pengadilan, atau disebut administrative detention," katanya.
Maimon mengajak masyarakat kembali menyuarakan kondisi perempuan Palestina yang berada di dalam penjara.
Ia menilai, situasi yang dihadapi para tahanan perlu menjadi perhatian agar penderitaan mereka tidak luput dari pembahasan mengenai konflik Palestina.
"Hal ini harus kita gaungkan kembali. Ketika teman-teman kita disiksa sedemikian rupa di dalam penjara penjajah, kita perlu memahami betapa berat situasi yang mereka hadapi," ujarnya.
Selain menyoroti kondisi tahanan, Maimon juga menyinggung besarnya jumlah perempuan Palestina yang meninggal dunia.
Ia menyebut angka sekitar 38.000 orang, seraya mengajak masyarakat Indonesia memahami besarnya skala kehilangan tersebut melalui perbandingan populasi.
Menurut dia, angka korban dalam jumlah puluhan ribu terkadang sulit dibayangkan jika tidak dikaitkan dengan jumlah penduduk suatu negara.
Sumber: Tribunnews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Industri Manufaktur Tumbuh 5,3 Persen, Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji ungkap industri manufaktur tumbuh 5,3% di 2025, lampaui ekonomi nasional. Momentum ini harus dijaga untuk dorong PDB.
Harga Minyak Melonjak di Tengah Ancaman Konflik Iran
Harga minyak Brent dan WTI melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik Iran.
Presiden Bolivia Tetapkan Darurat Nasional Imbas El Nino
Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, menetapkan status darurat nasional untuk mengerahkan sumber daya dalam menangani dampak fenomena cuaca El Nino.
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas