Prabowo Minta Infrastruktur Tahan Bencana dan Ramah Lingkungan
Prabowo meminta pembangunan infrastruktur memperhatikan risiko bencana dan lingkungan. AHY menekankan pentingnya kepatuhan tata ruang.
Presiden Prabowo Subianto meminta pembangunan infrastruktur nasional memperhatikan ketahanan terhadap bencana dan keberlanjutan lingkungan. Arahan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam evaluasi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, kondisi geografis Indonesia yang rentan terhadap bencana harus menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan pembangunan. Hal itu disampaikan AHY seusai mengikuti sidang kabinet paripurna di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
"Tentu kita harus menyadari secara penuh Indonesia berada di geografi yang rentan terhadap bencana. Oleh karena itu, tata ruang wilayah itu juga harus dipastikan mematuhi segala yang diatur oleh negara," ujar AHY.
Menurut AHY, pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat koordinasi untuk memastikan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kepatuhan terhadap aturan tata ruang dinilai penting agar pembangunan tidak justru meningkatkan kerentanan suatu wilayah terhadap bencana alam.
AHY menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya mengejar jumlah proyek atau perluasan fasilitas fisik. Pemerintah juga harus memperhatikan kualitas, daya tahan, serta kemampuan infrastruktur menghadapi berbagai ancaman bencana dan perubahan kondisi lingkungan.
"Apalagi tadi jika dihadapkan pada kerentanan Indonesia terhadap sejumlah bencana, dan kita harus memiliki ketahanan dalam pembangunan infrastruktur," tutur AHY.
Menurutnya, pengabaian tata ruang berpotensi memperbesar dampak bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Karena itu, perencanaan infrastruktur perlu mempertimbangkan karakteristik geografis dan kondisi lingkungan setiap daerah.
Selain ketahanan terhadap bencana, AHY menjelaskan evaluasi sektor infrastruktur mencakup sejumlah program prioritas pemerintah. Pembangunan infrastruktur pendukung swasembada pangan, energi, dan air menjadi salah satu fokus utama.
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan perumahan masyarakat. Pada sisi lain, pembangunan konektivitas antarwilayah terus didorong untuk memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Menurut AHY, peningkatan konektivitas diharapkan mampu menekan biaya logistik dan transportasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
AHY menambahkan, Presiden Prabowo juga meminta jajaran kabinet tetap fokus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Sejumlah isu yang menjadi perhatian pemerintah meliputi penanganan bencana alam, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.
Pemerintah, kata AHY, harus memastikan pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat ketahanan nasional. "Dari mulai isu bencana, pembakaran hutan, pembangunan di berbagai wilayah, kemudian sekali lagi bagaimana menghadirkan ketahanan di bidang pangan, energi, dan air sehingga tidak menyulitkan masyarakat di mana pun berada," kata AHY.
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur ke depan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan risiko bencana dan keberlanjutan lingkungan.
Sumber: BeritaSatu.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...