Iran-Rusia Makin Mesra di Tengah Perang, Ada Apa di Balik Diplomasi Moskow?
Iran dan Rusia sama-sama menghadapi sanksi AS. Tekanan itu jadi salah satu faktor yang mendorong kedua negara mempererat hubungan

Iran-Rusia Makin Mesra di Tengah Perang, Ada Apa di Balik Diplomasi Moskow?
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan hubungan Teheran dan Moskow kini berada pada tingkat kedekatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pernyataan itu muncul ketika Rusia berupaya mengambil peran sebagai penengah dalam perang Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
“Tidak pernah dalam sejarah kami Iran dan Rusia bekerja sedekat sekarang,” tulis Araghchi melalui media sosial X, Selasa (20/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Araghchi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Teheran, Senin (19/10/2026). Kunjungan itu menjadi yang pertama bagi Lavrov ke Iran sejak konflik pecah pada Februari lalu.
Pembicaraan kedua diplomat mencakup sejumlah persoalan internasional, mulai dari Eropa hingga Asia Barat, termasuk Lebanon, Palestina, Ukraina, dan Yaman. Keduanya juga membahas peluang memperluas kerja sama ekonomi dan nuklir.
Pertemuan ini berlangsung ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri perang masih menghadapi kebuntuan.
Di tengah situasi tersebut, Moskow berusaha mempertahankan posisinya sebagai aktor penting dalam penyelesaian konflik, sementara Teheran membutuhkan dukungan diplomatik di tengah tekanan militer dan ekonomi dari Washington serta Tel Aviv.
Sebelum bertolak ke Teheran, Lavrov mengatakan upaya diplomatik Rusia diarahkan untuk mencegah konflik berskala besar kembali terjadi.
Pernyataan itu merujuk pada situasi setelah kesepakatan-kesepakatan sebelumnya gagal menghentikan pertempuran.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya juga menyampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Moskow siap membantu proses mediasi.
Namun, tawaran Rusia untuk menjadi mediator tidak otomatis menjamin tercapainya kesepakatan.
Keberhasilan diplomasi akan bergantung pada kesediaan Washington dan Teheran menyepakati syarat penghentian konflik, termasuk persoalan keamanan, aktivitas militer, serta pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Rusia juga menghadapi dilema tersendiri. Di satu sisi, Moskow berkepentingan mencegah perang meluas karena dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.
Di sisi lain, kedekatannya dengan Iran berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai netralitas Rusia apabila negara tersebut sekaligus ingin menjadi penengah.
Sumber: Tribunnews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.