Pelatih Al Ahli Saudi di tengah badai: selebrasi mengejutkan yang memantik api!
Pelatih asal Belanda Marino Pusic dari Al-Ahli Saudi mendapat serangan sengit dari para suporter karena selebrasinya yang berbeda atas trigol Al-Ahli melawan Al-Feiha

Dua gol bomber asal Ukraina, Artem Bondarenko, ke gawang Al-Fayha ternyata tidak cukup untuk meredakan suasana di dalam Al-Ahli Arab Saudi, setelah momen perayaan pelatih asal Belanda, Marino Pusic, atas gol-gol timnya berubah menjadi pusat perdebatan di kalangan suporter, menyusul kemenangan dramatis dengan skor 3-2, dalam laga pekan kesepuluh Liga Roshn Arab Saudi.
Reaksi Pusic menjadi sorotan utama, setelah para suporter Al-Ahli menyadari perbedaan luapan emosinya saat Bondarenko mencetak dua golnya, dibandingkan dengan ketenangannya seusai gol Firas Al-Buraikan pada laga yang sama, sehingga memunculkan gelombang pertanyaan seputar makna momen-momen tersebut, yang menyebar luas melalui platform "X".
Perbandingan ini muncul pada momen sensitif bagi Bondarenko, yang menuai kritik selama periode terakhir karena belum menampilkan level yang diharapkan sejak bergabung dengan Al-Ahli, sebelum akhirnya berhasil mencetak gol pertama dan ketiga ke gawang Al-Fayha, dan memberikan dorongan ofensif penting bagi timnya dalam duel yang penuh ketegangan.
Penampilan gemilang pemain Ukraina itu kembali menyoroti sikap Pusic terhadapnya, terutama dengan beredarnya kritik sebelumnya mengenai dukungan sang pelatih untuk merekrutnya, sehingga perayaannya atas dua gol tersebut berada di bawah pengamatan, di tengah reaksi suporter yang terbelah antara mereka yang menilai reaksinya patut diperhatikan, dan mereka yang menganggapnya sekadar luapan emosi wajar yang dipicu oleh atmosfer pertandingan.
Perdebatan tidak berhenti pada batas perayaan saja, tetapi meluas hingga pertanyaan mengenai cara pelatih asal Belanda itu memperlakukan para pemainnya, dan sejauh mana hal itu memengaruhi hubungannya dengan suporter, yang mengamati dari dekat pilihan-pilihan taktisnya serta level para pemain asing, di tengah harapan mereka untuk melihat Al-Ahli menampilkan performa yang lebih meyakinkan dan stabil pada fase mendatang.
Meski demikian, perbedaan perayaan saja tidak cukup untuk membuktikan adanya preferensi Pusic terhadap Bondarenko dengan mengesampingkan Al-Buraikan, sebab reaksi tersebut bisa jadi berkaitan dengan karakter momen dan konteks terciptanya gol. Namun, perbandingan yang beredar itu mengungkap besarnya pengamatan suporter terhadap tindakan sang pelatih, sekaligus menegaskan bahwa dua gol pemain Ukraina itu, meski berperan penting dalam memastikan kemenangan atas Al-Fayha, justru membuka pintu baru bagi perdebatan alih-alih menutup berkas kritik.
Sumber: Goal.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Industri Manufaktur Tumbuh 5,3 Persen, Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji ungkap industri manufaktur tumbuh 5,3% di 2025, lampaui ekonomi nasional. Momentum ini harus dijaga untuk dorong PDB.
Harga Minyak Melonjak di Tengah Ancaman Konflik Iran
Harga minyak Brent dan WTI melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik Iran.
Presiden Bolivia Tetapkan Darurat Nasional Imbas El Nino
Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, menetapkan status darurat nasional untuk mengerahkan sumber daya dalam menangani dampak fenomena cuaca El Nino.
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas