Qatar: Negosiasi Iran-AS berlanjut di tengah ketegangan regional
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung, dengan kedua pihak ...

Istanbul (ANTARA) – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung, dengan kedua pihak terus menjalin komunikasi di tengah meningkatnya ketegangan regional.
“Negosiasi masih berlangsung. Kami melihat adanya komunikasi antara kedua pihak,” kata Ansari, yang juga menjabat sebagai penasihat Perdana Menteri Qatar, dalam Forum Keamanan Global di Doha, Selasa.
Dia mengatakan pembicaraan juga berlangsung dengan mitra-mitra regional dan berharap proses tersebut pada akhirnya menghasilkan kesepakatan, meskipun kondisi di lapangan semakin sulit.
“Eskalasi yang dibiarkan tanpa kendali akan membuat kita terus bergerak menuju perang regional yang meluas hingga melampaui batas-batas kawasan kita,” ujarnya.
Ansari mengatakan proses negosiasi saat ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya yang menjadikan gencatan senjata sebagai jalan menuju perundingan. Namun, upaya tersebut pada akhirnya gagal dan pertempuran kembali terjadi.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Gencatan senjata pada dasarnya adalah pintu yang membuka jalan menuju suatu tujuan, bukan tujuan itu sendiri,” katanya.
Juru bicara tersebut juga menambahkan bahwa gencatan senjata sebelumnya “kembali runtuh”.
Mengenai Yaman, Ansari mengatakan konflik di negara tersebut mungkin berkaitan dengan ketegangan yang melibatkan Iran, tetapi juga memiliki dinamika tersendiri. Dia menggambarkan perkembangan terbaru sebagai bagian dari eskalasi bertahap yang dimulai pada 2023.
“Satu-satunya cara untuk memastikan hal itu tidak berlanjut adalah dengan mulai meredakan semua konflik ini secara bersamaan,” ujarnya.
Ansari juga menyampaikan kekhawatiran atas pernyataan politik yang disampaikan para pejabat Israel. Menurut dia, ketidakstabilan regional tidak seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan politik dalam negeri.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Kami prihatin dengan banyaknya pernyataan yang muncul, terutama pernyataan politik dari Israel,” ucapnya.
Dia menambahkan bahwa memanfaatkan ketidakstabilan regional untuk pertikaian politik dalam negeri bukanlah tindakan yang seharusnya dilakukan oleh negarawan yang bertanggung jawab.
Penerjemah: Kuntum Khaira RiswanEditor: Aditya Eko Sigit Wicaksono Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sumber: ANTARA News. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.