Hamas Desak Langkah Konkret Eropa Terhadap Permukiman Israel
Hamas menyambut sikap Uni Eropa yang menentang perluasan permukiman ilegal Israel dan mendesak langkah konkret untuk menghentikan pendudukan serta kekerasan pemukim.

Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyambut sikap Dewan Eropa yang menentang perluasan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Hamas mendesak sikap tersebut ditindaklanjuti dengan langkah konkret untuk menekan penjajah Israel agar menghentikan pelanggaran di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.
Dalam pernyataan yang dikutip Senjata, Ahad (19/10), Hamas memuji Dewan Eropa karena memperingatkan perusahaan dan lembaga keuangan agar tidak mendukung atau terlibat dalam proyek permukiman ilegal Israel.
Hamas juga mengapresiasi seruan Dewan Eropa untuk memastikan bantuan kemanusiaan dan bantuan darurat dapat disalurkan ke Jalur Gaza.
Gerakan tersebut mendesak para pemimpin Eropa meningkatkan tekanan untuk mengakhiri pendudukan serta menghentikan serangan pemukim Israel yang, menurut Hamas, mendapat dukungan pemerintah.
Hamas menekankan bahwa kekerasan pemukim kini secara rutin menyasar warga sipil Palestina, personel diplomatik asing, jurnalis, dan aktivis.
Menurut Hamas, kritik Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terhadap serangan tersebut harus disertai tindakan nyata untuk menghentikan kekerasan, membawa pelaku ke pengadilan, serta memastikan pemerintah Israel dimintai pertanggungjawaban atas dukungannya terhadap aksi pemukim.
Sebelumnya, dalam kesimpulan yang dirilis pada Jumat (16/10) setelah pertemuan tingkat tinggi selama dua hari di Brussels, para pemimpin Uni Eropa menyerukan Israel segera membatalkan rencana perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Mereka juga memperingatkan dunia usaha agar tidak mengikuti tender proyek konstruksi permukiman karena berisiko menimbulkan konsekuensi hukum, ekonomi, dan reputasi yang serius.
Dalam kesimpulan pertemuan Dewan Eropa pada 15–16 Oktober, para pemimpin Uni Eropa mengecam perluasan permukiman ilegal Israel yang terus berlanjut serta meningkatnya kekerasan pemukim Yahudi terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat.
Para pemimpin Uni Eropa secara khusus mendesak Israel membatalkan rencana pembangunan permukiman baru di kawasan E1. Proyek kontroversial tersebut dinilai mengancam semakin memecah wilayah Palestina dan merusak prospek terbentuknya negara Palestina yang layak dan berkesinambungan.
Dewan Eropa juga meminta perusahaan dan lembaga keuangan menahan diri dari keterlibatan dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan permukiman ilegal Israel. Keterlibatan tersebut, menurut peringatan dewan, dapat menimbulkan konsekuensi serius berdasarkan hukum internasional.
Sumber: Minanews.net. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.