PBNU Kecam Serangan Houthi, Gus Kikin Desak Warga Sipil dan Jemaah Umrah harus Dilindungi – Kabar Baitullah
PBNU mengecam serangan milisi Houthi yang mengancam keselamatan warga sipil dan berdampak pada jemaah yang hendak ibadah umrah.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam serangan kelompok Houthi yang mengancam keselamatan warga sipil dan fasilitas sipil di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
PBNU menegaskan, kepentingan politik dan militer tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan nyawa manusia, terlebih masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik.
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil di tengah situasi keamanan yang memburuk.
Sikap tersebut menjadi perhatian karena konflik kawasan berpotensi menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah umrah.
Gus Kikin mengingatkan bahwa keselamatan jiwa merupakan prinsip mendasar dalam ajaran Islam. Upaya menjaga nyawa manusia atau hifzh an-nafs merupakan salah satu tujuan utama syariat yang wajib dihormati oleh semua pihak.
“Islam menempatkan keselamatan jiwa manusia sebagai nilai yang sangat luhur. Menjaga jiwa atau hifzh an-nafs merupakan salah satu tujuan utama syariat. Karena itu, tidak ada kepentingan politik atau kekuasaan yang boleh mengabaikan keselamatan warga sipil,” ujar Gus Kikin.
PBNU menilai perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi prioritas di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Kerajaan Arab Saudi.
Serangan yang menyasar fasilitas sipil, kata dia, berisiko memperluas dampak konflik, termasuk terhadap orang-orang yang tidak memiliki hubungan dengan pertikaian bersenjata.
Jemaah umrah menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Mereka melakukan perjalanan ke Tanah Suci untuk beribadah dan tidak semestinya menghadapi ancaman keselamatan akibat konflik yang berlangsung di kawasan tersebut.
PBNU menegaskan bahwa fasilitas sipil tidak boleh dijadikan sasaran serangan. Infrastruktur yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari harus dilindungi, mengingat kerusakan terhadap fasilitas tersebut dapat mengganggu kehidupan warga dan menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih luas.
Dalam pandangan PBNU, alasan politik, kekuasaan, maupun kepentingan militer tidak dapat membenarkan tindakan yang membahayakan warga sipil.
Sumber: Kabar Baitullah. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Industri Manufaktur Tumbuh 5,3 Persen, Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji ungkap industri manufaktur tumbuh 5,3% di 2025, lampaui ekonomi nasional. Momentum ini harus dijaga untuk dorong PDB.
Harga Minyak Melonjak di Tengah Ancaman Konflik Iran
Harga minyak Brent dan WTI melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik Iran.
Presiden Bolivia Tetapkan Darurat Nasional Imbas El Nino
Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, menetapkan status darurat nasional untuk mengerahkan sumber daya dalam menangani dampak fenomena cuaca El Nino.
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas