Timur Tengah Makin Panas! Mesir Siap Bantu Arab Saudi, Iran Lempar Tawaran 7 Hari ke AS
Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat di tengah serangkaian perkembangan keamanan, diplomasi, dan konflik bersenjata yang melibatkan Iran, AS, hingga Saudi.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat di tengah serangkaian perkembangan keamanan, diplomasi, dan konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Arab Saudi, Yaman, Israel, serta Amerika Serikat (AS).
Di tengah eskalasi memanas, Mesir menyatakan kesiapan memberikan dukungan yang diperlukan kepada Arab Saudi untuk pertahankan keamanan dan stabilitasnya. Sementara itu, Iran mengklaim sudah menyampaikan rencana kepada Washington untuk buka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Perkembangan lain datang dari Yaman. Pemerintah yang diakui secara internasional mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas pemerintahan, kawasan permukiman, dan infrastruktur sipil.
Rangkaian peristiwa itu memperlihatkan bahwa persoalan keamanan kawasan tak hanya berlangsung di medan konflik. Namun, juga merambah jalur diplomasi dan hubungan antarnegara.
Kepresidenan Mesir menegaskan kesiapan Kairo bantu Arab Saudi menghadapi ancaman terhadap keamanan dan stabilitas negara tersebut.
Dewan Pertahanan Nasional Mesir yang dipimpin Presiden Abdel Fattah el-Sisi menyatakan akan memberikan semua dukungan yang diperlukan dan memungkinkan kepada Arab Saudi untuk mempertahankan keamanan dan stabilitasnya.
Pernyataan tersebut muncul ketika koalisi pimpinan Arab Saudi yang berperang di Yaman melaporkan perkembangan terbaru terkait ancaman udara.
Koalisi mengklaim telah menembak jatuh sejumlah drone di dekat Riyadh. Dalam perkembangan terpisah, koalisi juga melaporkan dua tentara tewas akibat kecelakaan helikopter di Najran, Arab Saudi.
Insiden tersebut menambah daftar perkembangan keamanan yang menjadi perhatian di kawasan, meskipun penyebab kecelakaan helikopter itu tidak dijelaskan lebih lanjut dalam laporan yang tersedia.
Di jalur diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran telah menyampaikan rencana tujuh hari kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz melalui Qatar sebagai perantara.
Menurut Araghchi, tawaran tersebut masih berada dalam pertimbangan Washington. Ia juga menyatakan bahwa keputusan selanjutnya berada di tangan pemerintah AS.
“Pemilu sekarang berada di tangan Washington," demikian pernyataan Araghchi sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Senin, 19 Oktober 2026.
Sumber: VIVA Jakarta. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.