Jalan Nasional Aceh Tenggara Berlubang, BPJN Aceh: November Diperbaiki
KUTACANE (Waspada.id): Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Jaya Juliadi, merespons kerusakan jalan nasional di

KUTACANE (Waspada.id): Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Jaya Juliadi, merespons kerusakan jalan nasional di Kabupaten Aceh Tenggara yang berlubang dan bergelombang, Kamis (15/10).
"Bang, saya baru baca WA Abang. Jalan nasional rusak di Aceh Tenggara saat ini susah aspal di Medan. November nanti akan diperbaiki. Perbaikan sementara dilakukan bulan ini," ujar Jaya saat dihubungi Waspada.id melalui sambungan telepon.
Sebelumnya, ia sempat menghubungi Waspada.id, namun tidak terangkat karena sedang mengemudi.
Pernyataan itu menanggapi sorotan Anggota DPRK Aceh Tenggara dari Fraksi PAN, H. Marwan Husni, S.Sos., Selasa (13/10). Marwan menilai kerusakan jalan nasional memprihatinkan.
Ia menyebut Jalan Nasional Kuning dan Jembatan Kuning di Kecamatan Bambel selalu terendam banjir saat hujan turun. Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum segera memperbaiki jalan dan Balai Wilayah Sungai (BWS) menangani banjir secara permanen.
"Selain Jalan Nasional Kuning, Jalan Lintas Nasional Kutacane – Gayo Lues dan Kutacane – Medan juga banyak berlubang dan bergelombang, terkesan dibiarkan tanpa solusi," kata Marwan.
Menurutnya, jalan nasional sangat vital bagi aktivitas perekonomian, terutama pengangkutan komoditas pangan dari Aceh Tenggara ke Sumatera Utara maupun sebaliknya.
Kerusakan terjadi karena saluran air atau parit tersumbat, sehingga air hujan menggenang di badan jalan dan meresap ke bawah. Akibatnya konstruksi menjadi tidak stabil, diperparah lintasan kendaraan berat.
"Parahnya lagi, jalan nasional di pusat Kota Kutacane juga bergelombang karena perbaikan atau patching diduga asal jadi," ujarnya.
Ia berharap kerusakan jalan nasional mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk mendongkrak perekonomian Aceh Tenggara.(id80)
Sumber: www.waspada.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Industri Manufaktur Tumbuh 5,3 Persen, Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji ungkap industri manufaktur tumbuh 5,3% di 2025, lampaui ekonomi nasional. Momentum ini harus dijaga untuk dorong PDB.
Harga Minyak Melonjak di Tengah Ancaman Konflik Iran
Harga minyak Brent dan WTI melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik Iran.
Presiden Bolivia Tetapkan Darurat Nasional Imbas El Nino
Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, menetapkan status darurat nasional untuk mengerahkan sumber daya dalam menangani dampak fenomena cuaca El Nino.
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas