Konflik Houthi-Arab Saudi Bikin Penjualan Paket Umrah Anjlok dan Jemaah Pilih Wait and See – Kabar Baitullah
Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengakui penjualan paket umrah saat ini anjlok.

Serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi mulai mengguncang bisnis perjalanan ibadah umrah.
Sebab, banyak jemaah umrah yang memilih membatalkan perjalanan ibadahnya atau menunda rencananya, sehingga penjualan paket umrah anjlok.
Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengungkapkan, maskapai yang menggunakan rute transit di Timur Tengah menjadi pihak yang paling terdampak karena sejumlah penerbangan dibatalkan atau dijadwalkan ulang hingga tahun berikutnya.
"Untuk pesawat yang transit sudah banyak yang memang membatalkan atau akan me-reschedule penerbangannya untuk tahun depan, tidak lagi di tahun ini," ujar Syam.
Dampak gangguan penerbangan tersebut, lanjut dia, turut memengaruhi keputusan calon jemaah dalam membeli paket umrah karena ketidakpastian jadwal keberangkatan.
Sehingga, jemaah memilih wait and see dengan melihat perkembangan dinamika kawasan Timur Tengah.
Gambaran penurunan minat calon jemaah juga dilaporkan Khaleej. Operator perjalanan umrah di Uni Emirat Arab juga mengalami penurunan sekitar 50 persen.
Di Indonesia, dampaknya terlihat dari penundaan keberangkatan di sejumlah daerah. Misalnya, adanya 400-an jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang yang gagal berangkat.
Situasi tersebut berpotensi menekan arus kas penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) karena perubahan jadwal penerbangan memaksa perusahaan mengatur ulang tiket, akomodasi, transportasi, serta layanan kepada jemaah. Sementara, calon jemaah baru cenderung menunda transaksi.
Pemerintah Indonesia pun mengimbau jemaah untuk memilih penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah guna mengurangi risiko gangguan perjalanan akibat situasi geopolitik.
Di sisi lain, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amoudi menegaskanpemerintah Kerajaan Arab Saudi tetap berkomitmen menjaga keselamatan para pengunjung dan jemaah umrah di tengah eskalasi konflik.
Sumber: Kabar Baitullah. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Industri Manufaktur Tumbuh 5,3 Persen, Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji ungkap industri manufaktur tumbuh 5,3% di 2025, lampaui ekonomi nasional. Momentum ini harus dijaga untuk dorong PDB.
Harga Minyak Melonjak di Tengah Ancaman Konflik Iran
Harga minyak Brent dan WTI melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik Iran.
Presiden Bolivia Tetapkan Darurat Nasional Imbas El Nino
Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, menetapkan status darurat nasional untuk mengerahkan sumber daya dalam menangani dampak fenomena cuaca El Nino.
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas