Penjualan Paket Umrah di Indonesia Menurun, Imbas Konflik Timur Tengah
Agen perjalanan mengakui, konflik geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi minat masyarakat Indonesia dalam memesan paket umrah.

Akibatnya, operasional Bandara Riyadh di Arab Saudi ditutup sementara. Kondisi tersebut turut memicu pembatalan penerbangan oleh sejumlah maskapai penerbangan internasional.
Meski keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia tetap berlangsung, sejumlah agen perjalanan mengakui bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi minat masyarakat dalam memesan paket umrah.
"Kalau penjualan pasti berdampak. Eskalasi itu jadi trust issuesih. Jadi calon-calon jemaah tuh membatalkan niat buat berangkat tahun ini karena pengaruh (kondisi) Timur Tengah," kata staf Azkana Tour and Travel, Yoga, ketika ditemui Kompas.com di lokasi pameran AMTF.
Agen perjalanan lainnya, ArRayyan Al-Mubarak, bahkan mengakui penurunan drastis hingga 70 persen untuk pemesanan paket umrah pada tahun ini.
"Berdampak banget, yang biasanya umrah tiap bulan itu kita bisa dua sampai empat kali keberangkatan, ini dapat satu (kloter) per bulan aja udah alhamdulillah," kata Marketing Manager ArRayyan Al-Mubarak, Rizka Apriyani.
Berdasarkan keterangan dari kedua agen perjalanan umrah tersebut, belum ada perjalanan umrah yang dibatalkan akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Namun, sebagai upaya mengantisipasi penurunan penjualan paket umrah lebih tinggi, masing-masing agen perjalanan memberikan penawaran tertentu.
Misalnya, para agen perjalanan sepakat memberikan opsi penggantian maskapai penerbangan apabila terdampak pembatalan rute menuju Timur Tengah.
"Kalau kita kan pakainya Emirates ya. Kalau misalnya ada kenapa-kenapa, kayak kemarin itu yang Emirates tidak berangkat, maka dari pihak Emirates pun bertanggung jawab untuk mengalihkan ke airline lain, maskapai lain," jelas Rizka.
Pengembalian dana (refund) juga diberikan sebagai opsi bagi jemaah umrah apabila jadwal keberangkatan dibatalkan.
"Kita bisa refund 100 persen asalkan kita belum urus tiket dan visa, karena kan dua aspek penting itu ya, tiket sama visa," jelas Yoga.
"Tetapi jika tiket sudah dibeli, terus visa sudah di-issued (terbit), maka nanti regulasinya akan berubah. Kita akan mengikuti regulasi dari maskapai. Biasanya maskapai akan kasih opsi lain," tambah dia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Industri Manufaktur Tumbuh 5,3 Persen, Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji ungkap industri manufaktur tumbuh 5,3% di 2025, lampaui ekonomi nasional. Momentum ini harus dijaga untuk dorong PDB.
Harga Minyak Melonjak di Tengah Ancaman Konflik Iran
Harga minyak Brent dan WTI melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat eskalasi konflik Iran.
Presiden Bolivia Tetapkan Darurat Nasional Imbas El Nino
Presiden Bolivia, Rodrigo Paz, menetapkan status darurat nasional untuk mengerahkan sumber daya dalam menangani dampak fenomena cuaca El Nino.
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Antisipasi Kepadatan Apel Akbar Solidaritas Palestina Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas