Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

5.444 Anak Berisiko di Demak Jadi Sasaran BIK Nasional Sepanjang Oktober 2026

Sebanyak 5.444 anak di Kabupaten Demak masuk kelompok berisiko zero dose, yakni anak yang belum mendapatkan dosis pertama imunisasi ...

Sumber foto: infojateng.id

Sebanyak 5.444 anak di Kabupaten Demak masuk kelompok berisiko zero dose, yakni anak yang belum mendapatkan dosis pertama imunisasi DPT-HB-Hib atau hexa1.

Untuk menjangkau anak-anak tersebut, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak menggencarkan Bulan Imunisasi Kejar (BIK) Nasional sepanjang Oktober 2026.

Berdasarkan laporan imunisasi rutin per 6 September 2026, ribuan anak tersebut menjadi sasaran prioritas dalam upaya percepatan imunisasi. Program ini juga menyasar bayi dan anak yang belum melengkapi dosis imunisasi sesuai usia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Demak, Heri Winarno, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Imunisasi Kejar di Command Center Dinkesda Demak, Senin (19/10/2026).

Heri mengatakan, minat masyarakat terhadap imunisasi cenderung menurun. Kondisi itu antara lain dipengaruhi miskomunikasi dan beredarnya informasi keliru mengenai imunisasi, terutama di kalangan orang tua.

Sebagian orang tua masih khawatir terhadap dampak yang mungkin muncul setelah anak mendapatkan imunisasi.

Karena itu, edukasi dan penyampaian informasi yang benar perlu terus diperkuat agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi untuk melindungi kesehatan anak.

Bulan Imunisasi Kejar merupakan upaya memperluas pelaksanaan program Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) menjadi satu bulan penuh.

Pelayanan dilakukan selama Oktober 2026 melalui puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, serta pos imunisasi yang telah ditentukan.

Sasaran program ini meliputi bayi usia 0–11 bulan dan anak bawah dua tahun (baduta) usia 12–23 bulan yang belum mendapatkan imunisasi atau belum melengkapi dosis sesuai ketentuan. Pemberian vaksin disesuaikan dengan riwayat imunisasi dan usia anak.

“Salah satu upaya yang diprioritaskan adalah mengejar pemberian dosis pertama DPT-HB-Hib atau hexa1 bagi anak yang belum mendapatkannya. Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan status imunisasi untuk mengidentifikasi anak yang masih membutuhkan dosis lanjutan,” kata Heri.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinkesda Demak memperkuat pendataan dan pemetaan sasaran, pemeriksaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta pelacakan anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Kader kesehatan juga dilibatkan untuk membantu menjangkau anak-anak yang terlewat dari pelayanan imunisasi rutin.

Koordinasi lintas sektor turut diperkuat dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak terkait lainnya.

Pelayanan tambahan serta pembukaan pos imunisasi juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan untuk memperluas jangkauan sasaran.

Melalui langkah tersebut, Dinkesda Demak berharap anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi maupun yang belum melengkapi dosisnya dapat segera terlayani. (eko/redaksi)

Sumber: infojateng.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with