2 Tentara Israel Tewas, Netanyahu Ancam Operasi Militer Besar
Benjamin Netanyahu secara resmi mengumumkan rencana peluncuran operasi militer skala besar setelah insiden penembakan oleh pejuang Palestina.

Ketegangan di wilayah Tepi Barat yang diduduki mencapai titik didih tertinggi hanya beberapa hari menjelang penyelenggaraan pemungutan suara Pemilu Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara resmi mengumumkan rencana peluncuran operasi militer skala besar setelah insiden penembakan oleh pejuang Palestina menewaskan dua prajurit Israel dan melukai tiga lainnya di dekat kota Hebron.
Dikutip AFP, Sabtu (24/10/2026), insiden berdarah tersebut pecah di pos pemeriksaan Farsh al-Hawa, ketika dua pria Palestina berenjata senapan otomatis dan pistol terlibat adu tembak sengit dengan pasukan militer Israel sebelum akhirnya kedua penyerang tewas ditembak di lokasi kejadian. Kelompok Hamas memuji aksi penembakan tersebut dan menyebutnya sebagai "operasi pahlawan serta respon alami dan sah atas kejahatan bersambung serta serangan brutal terhadap rakyat kami," meski tidak secara eksplisit mengklaim bertanggung jawab.
Netanyahu yang tengah berjuang keras mengamankan kursi perdana menteri melalui kampanye isu keamanan nasional, langsung mendatangi lokasi kejadian bersama para pejabat tinggi militer. Dalam keterangannya, Netanyahu memuji kesiapsiagaan pasukannya dan mengklaim bahwa tindakan cepat para prajurit telah "mencegah apa yang bisa saja menjadi serangan besar" di wilayah tersebut.
Tak berhenti di situ, Netanyahu menegaskan bahwa pemerintahannya bersama Menteri Pertahanan Israel Katz tengah menyiapkan serangan balasan masif. "Kami sedang mempertimbangkan operasi militer IDF yang sangat luas di Yudea dan Samaria, yang belum pernah dilakukan sejak perang 1967. IDF siap mengeksekusinya dan kami yang akan menentukan waktunya, tapi operasi itu sudah dalam perjalanan," tegas Netanyahu di hadapan awak media.
Rencana operasi militer tersebut akan mengadopsi taktik penggusuran yang sebelumnya diterapkan di kamp-kamp pengungsian Tepi Barat utara. "Langkah pertama adalah memasuki lingkungan tempat para teroris berasal, mengevakuasi para penghuninya, memeriksa dari rumah ke rumah, dan menghancurkan infrastruktur teroris," tambah Netanyahu seraya mengancam kelompok Hamas bahwa "kalian tidak punya tempat untuk bersembunyi."
Sikap keras tersebut makin dipertegas oleh Menteri Keuangan dari faksi sayap kanan ekstrem, Bezalel Smotrich, yang mengonfirmasi bahwa penghancuran rumah warga Palestina sudah mulai berjalan. Seraya menyerukan agar Tepi Barat digempur "persis seperti yang dilakukan di Gaza," Smotrich menyatakan, "Kami mengirimkan pesan yang tidak ambigu kepada musuh-musuh kita: jika Anda mengganggu orang Yahudi, Anda akan membayar harga yang sangat menyakitkan."
Senada dengan Smotrich, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir turut memanaskan suasana dengan mendesak pembubaran Otoritas Palestina (PA) di Ramallah. "Otoritas Palestina harus dibubarkan! Tidak mungkin ada otoritas di Yudea dan Samaria yang menghasut pembunuhan, menyerukan pembunuhan, dan bekerja untuk pembunuhan," ujar Ben Gvir, meskipun tidak ada bukti yang menghubungkan Otoritas Palestina dengan serangan di Hebron tersebut.
Rencana hukuman kolektif skala besar ini langsung memicu keprihatinan internasional. Kelompok hak asasi manusia Israel, B'Tselem, mendesak adanya tekanan internasional darurat guna mencegah aksi pembongkaran yang berpotensi menjadi kejahatan perang, sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penghentian kekerasan serta penutupan akses wilayah yang mencekik perekonomian warga Palestina.
Sumber: BeritaSatu.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...