Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

2 Tentara Israel Tewas di Hebron, Netanyahu Perintahkan Robohkan Rumah Warga Palestina

Militer Israel merobohkan rumah warga Palestina di Hebron sebagai balasan atas penembakan dua tentara.

Sumber foto: Serambinews.com

Militer Israel mulai merobohkan bangunan dan rumah-rumah milik warga Palestina di Kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki, pada Jumat (23/10/2026) sore. Langkah balasan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah insiden penembakan di pos pemeriksaan militer yang menewaskan dua tentara Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pihaknya tidak hanya menyasar bangunan tertentu, melainkan akan menghancurkan seluruh kawasan asal kedua pelaku penembakan. Tak hanya itu, Netanyahu membeberkan bahwa Israel siap melancarkan operasi militer berskala besar di Tepi Barat sebagai bentuk respons atas serangan tersebut.

Melansir laporan BBC, rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan alat berat milik militer Israel meratakan bangunan-bangunan di Hebron hingga menyisakan puing-puing. Kendati demikian, laporan Reuters mencatat kesaksian warga setempat yang menegaskan bahwa rumah-rumah yang dihancurkan tersebut sebenarnya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kedua pelaku penembakan.

Insiden berdarah ini bermula pada Jumat pagi ketika dua pria bersenjata asal Palestina mendekati sebuah pos pemeriksaan militer Israel yang terletak di luar Kota Hebron.

Rekaman video yang telah diverifikasi oleh BBC memperlihatkan aksi baku tembak yang sengit antara tentara Israel dan kedua penyerang. Dalam cuplikan lain, kedua pria tersebut terlihat keluar dari kendaraan mereka sembari membawa senjata yang tampak seperti pistol dan senapan serbu, lalu melepaskan tembakan mendadak ke arah tentara yang sedang berjaga.

Pasukan Israel langsung memberikan tembakan balasan. Dalam konfrontasi senjata tersebut, kedua pelaku akhirnya tewas di tempat.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari pihak militer Israel, ditemukan amunisi dalam jumlah besar di dalam kendaraan pelaku. Militer menduga kedua pria tersebut sebenarnya berencana melancarkan serangan yang jauh lebih besar di Jalan Raya 35, tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, rencana itu terhalang ketika mereka secara tidak sengaja berhadapan dengan pos pemeriksaan militer, hingga akhirnya baku tembak meletus di lokasi tersebut.

Dampak dari insiden penembakan di pos pemeriksaan Hebron ini mencakup sejumlah data dan tindakan keamanan berikut:

Seusai penembakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendatangi langsung lokasi kejadian untuk meninjau situasi dan mengumumkan serangkaian langkah keamanan.

"Kami akan menghancurkan tempat ini dan mengubahnya sepenuhnya," tegas Netanyahu di lokasi.

Ia bahkan membandingkan rencana operasinya dengan tindakan militer Israel sebelumnya di sejumlah kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat—operasi masa lalu yang menyebabkan pembongkaran massal bangunan tempat tinggal dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Netanyahu mengungkapkan bahwa ia telah meninjau rancangan operasi militer terbesar Israel di Tepi Barat dalam beberapa dekade terakhir, meski ia belum menyebutkan jadwal pasti kapan operasi tersebut akan dimulai.

Langkah pengrusakan rumah keluarga tersangka ini kembali memicu kritikan keras dari berbagai organisasi hak asasi manusia di Israel. Mereka menilai kebijakan merobohkan pemukiman warga sebagai bentuk hukuman kolektif (collective punishment) yang melanggar prinsip kemanusiaan.

Insiden berdarah di Hebron ini terjadi hanya empat hari sebelum pemilu legislatif Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/10/2026). Menyusul serangan tersebut, Partai Likud yang dipimpin oleh Netanyahu langsung membatalkan sejumlah kegiatan kampanye yang sebelumnya dijadwalkan pada Jumat pagi.

Sumber: Serambinews.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with