2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran: Indonesia akan Lebih Baik
Kementerian Pertanian pastikan kekuatan pangan Indonesia makin kokoh dengan swasembada di bawah Presiden Prabowo.

JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meyakini kekuatan pangan Indonesia akan semakin kokoh di bawah komando Presiden Prabowo.
Ia menyebut dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, sektor pangan nasional semakin kokoh, menyusul capaian swasembada.
Menurutnya, swasembada pangan yang dicapai Indonesia menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian bangsa sekaligus menjaga kepentingan nasional.
Capaian positif itu merupakan kerja keras seluruh anak bangsa yang berkecimpung di sektor pangan.
"Insya Allah Indonesia akan lebih baik di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo," kata Amran di Jakarta, Sabtu (17/10/2026), dikutip dari Antara.
Amran menambahkan bahwa pencapaian status swasembada pangan bukan merupakan klaim perorangan, melainkan hasil dari kontribusi nyata dari berbagai pihak yang berkecimpung di sektor pertanian.
"Alhamdulillah kita sekarang ini sudah capai swasembada, ini karena kerja keras kita semua. Saya tidak pernah mengatakan (itu) saya, (bukan) saya buat swasembada pangan. (Tapi) seluruh anak bangsa yang ikut. Itulah yang membuat negara kita kuat sektor pangan," ujar Amran.
Ia menyebut, Indonesia telah mencapai swasembada pangan delapan komoditas meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertanian masih mengejar swasembada untuk tiga komoditas pokok lainnya dari total 11 kebutuhan pokok nasional, meliputi bawang putih, kedelai, dan daging sapi.
Ketiga komoditas ini masih terus didorong oleh Kementerian Pertanian lewat berbagai program peningkatan produksi agar pemenuhannya bersumber dari dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Meski begitu, Amran mengungkapkan masih ada pihak-pihak yang tidak senang atas capaian swasembada, namun Amran memastikan tidak akan gentar untuk menghadapi pelaku anomali pangan tersebut.
"Banyak yang tidak senang kalau Republik ini kuat. Importir tidak senang. Negara pengekspor tidak senang. Mafia tidak senang. Koruptor tidak senang. Tapi pantang kita mundur menghadapi mereka semua, demi Indonesia raya. Kita tidak boleh lengah pasti mereka tidak senang," tambah Amran.
Karena itu, pemerintah secara kolaboratif bersama Satgas Pangan Polri telah menindak terhadap 102 tersangka sejak tahun 2024 sampai 2026. Hal itu dilakukan karena berkaitan dengan praktik yang dinilai merugikan kepentingan pangan nasional.
Temuan yang terbaru, pada pertengahan September 2026, pemerintah mengumumkan terdapat 25 merek beras fortifikasi yang melanggar administrasi, nilai gizi, dan mutu.
Adapun dari 25 merek beras fortifikasi yang bermasalah tersebut dimiliki oleh 11 pelaku usaha. Semua merek tersebut telah ditarik dari pasaran demi melindungi konsumen.
Sumber: Kompas.tv. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...