SMSI Bangka Perjuangkan Tony Wen Jadi Pahlawan Nasional 2027, Siapkan Roadmap Enam Bulan
Nama Tony Wen kembali menjadi perhatian dalam upaya mengangkat tokoh sejarah asal Baca Selengkapnya

Nama Tony Wen kembali menjadi perhatian dalam upaya mengangkat tokoh sejarah asal Bangka Belitung ke panggung nasional.
Dewan Pimpinan Cabang Serikat Media Siber Indonesia (DPC SMSI) Kabupaten Bangka kini mematangkan langkah strategis untuk memperjuangkan Tony Wen agar memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2027.
Perjuangan ini bukan sekadar pengusulan gelar kehormatan, melainkan bagian dari ikhtiar merawat sejarah, mengenalkan rekam jejak perjuangan tokoh daerah, sekaligus membangun kebanggaan masyarakat Bangka Belitung terhadap sosok yang dinilai memiliki arti penting dalam perjalanan bangsa.
Ketua DPC SMSI Kabupaten Bangka, Ahmad Wahyudi yang akrab disapa Yuko, menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun peta jalan atau roadmap kegiatan selama enam bulan, mulai November 2026 hingga April 2027.
Rentang waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan pengusulan, mulai dari penguatan kajian akademis, dokumentasi sejarah, publikasi, edukasi masyarakat, hingga penyelesaian administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tidak ingin bergerak setengah-setengah. Rencana kegiatan dari November 2026 hingga April 2027 ini disusun secara terstruktur agar target menjadikan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional pada 2027 dapat tercapai dengan landasan yang kuat,” tegas Yuko, Sabtu (17/10/2026).
Salah satu langkah utama yang disiapkan SMSI Bangka adalah menyusun naskah akademik kepahlawanan Tony Wen dengan melibatkan kalangan akademisi dan sejarawan.
Kajian ini diharapkan menjadi fondasi penting untuk mendokumentasikan perjalanan hidup, rekam jejak perjuangan, serta kontribusi Tony Wen bagi bangsa dan negara berdasarkan bukti sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk memperkuat langkah tersebut, SMSI Bangka juga menjajaki kerja sama dengan Institut Pahlawan 12.
Kolaborasi akademis ini diharapkan mampu memperkaya kajian historis sekaligus memastikan proses pengusulan berjalan secara sistematis.
Bagi SMSI Bangka, pengusulan gelar Pahlawan Nasional tidak cukup hanya dengan membangun dukungan publik.
Diperlukan pula dokumentasi yang lengkap, argumentasi historis yang kuat, serta pemenuhan seluruh persyaratan formal dan substantif sesuai regulasi.
Karena itu, penyusunan naskah akademik menjadi salah satu prioritas dalam agenda enam bulan tersebut.
Sumber: Tras Berita Babel. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Imbas Aksi Mogok Kerja Nasional di Prancis, Menara Eiffel Ditutup Sementara untuk Wisatawan
"Akibat aksi mogok kerja nasional, Menara Eiffel ditutup hari ini," demikian pengumuman di situs web resmi landmark tersebut.
Guru MIN 1 Sumenep Juara 1 Nasional Inovasi Media Pembelajaran Berbasis IT 2026
Inovasi pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu kunci menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Eko Himawan,...
Situasi Timur Tengah: Iran mengirimkan proposal nuklir ke AS dengan 7 syarat, memperingatkan kemungkinan perang hibrida, Rusia mengeluarkan peringatan.
Pada tanggal 5 November, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa Teheran telah menyampaikan proposal program nuklirnya kepada Washington melalui Qatar, dengan menguraikan bahwa negosiasi...
Gedung Putih membantah rumor tentang penggantian segera Menteri Perang dan Menteri Luar Negeri AS.
Gedung Putih membantah laporan bahwa Menteri Perang Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio mungkin akan meninggalkan jabatan mereka dalam perombakan pemerintahan AS...