Prof. Bungaran Saragih Luncurkan Buku Indonesia 2045: Sistem Agro-Industri Nasional, Usulkan Keunggulan Transformasional
Bogor, SAWIT INDONESIA - Prof. Bungaran Saragih memberikan perhatian besar untuk membangun sistem agro-industri nasional yang kuat dan berdaya saing. Gagasan Me...

Bogor, SAWIT INDONESIA – Prof. Bungaran Saragih memberikan perhatian besar untuk membangun sistem agro-industri nasional yang kuat dan berdaya saing. Gagasan Menteri Pertanian periode 2000-2004 ini dituangkan dalam Buku yang berjudul Indonesia 2045: Sistem Agro-Industri Nasional untuk Negara Tropis Kepulauan Dari Anugerah Alam Menuju Kemampuan dan Transformasi Bangsa.
“Buku ini lahir dari keyakinan bahwa Indonesia harus mampu membangun masa depannya dengan mengenali dahulu dirinya sendiri. Indonesia mendapatkan anugerah luar biasa sebagai negara tropis dan kepulauan,” ujar Prof. Bungaran Saragih dalam Bedah Bukunya di Sekolah Bisnis IPB, Kamis (15 Oktober 2026).
Salah satu pertanyaan menarik dari Prof. Bungaran adalah mengapa Indonesia yang dianugerahi kekayaan alam, keanekaragaman hayati wilayah kepulauan luas, dan penduduk besar tetapi belum sepenuhnya anugerah itu menjadi kemampuan dan kemakmuran bersama?
Menurut Prof. Bungaran, anugerah alam tersebut tidak bisa dengan sendirinya menjadi kesejahteraan melainkan harus ditransformasikan melalui ilmu pengetahuan, teknologi, kelembagaan, kerja keras dan tanggung jawab bersama.
Buku setebal 108 halaman dan 7 bab ini merangkai gagasan, pergulatan, dan perjalanan pemikiran Prof. Bungaran Saragih.
Bedah buku ini juga menghadirkan 4 penanggap yang juga murid dan kolega Prof. Bungaran yaitu Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si, (Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN), Prof. Hermanto Siregar (Rektor Perbanas Institute), Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, MS (Dekan Sekolah Bisnis IPB), dan Prof. Harianto (Guru Besar IPB) yang dimoderatori Prof. Bayu Krisnamurthi (Guru Besar IPB).
Prof. Bungaran menjelaskan bahwa sistem agro-industri nasional merupakan satu kesatuan rantai nilai dari hulu ke hilir yang menghubungkan manusia, teknologi, pasar, dan alam Indonesia.
“Karena itulah, berbicara pertanian bukan hanya budidaya melainkan mencakup seluruh rantai nilai dan mega-sektor. Disinilah perlunya petani terhubung dengan industri dan perkebunan dengan bioindustry,” jelasnya.
Sumber: Sawit Indonesia. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.