Sejarah Microwave Oven, Berawal dari Cokelat Meleleh saat Riset Radar Perang Dunia II
Microwave oven lahir dari riset radar Perang Dunia II. Simak kisah Percy Spencer, cokelat meleleh, paten 1945, hingga Radarange pertama pada 1947.

Sebatang cokelat yang meleleh di saku seorang insinyur menjadi titik balik sejarah teknologi dapur dunia. Peristiwa sederhana itu memicu kelahiran microwave oven, peralatan yang kini jamak digunakan untuk menghangatkan makanan dalam hitungan detik.
Sosok di balik inovasi ini adalah Percy Spencer, seorang insinyur dari perusahaan teknologi Amerika Serikat, Raytheon. Ia dikenal luas karena keberhasilannya memanfaatkan gelombang mikro untuk proses memasak.
Akar teknologi microwave sejatinya berasal dari sistem radar selama Perang Dunia II. Komponen utamanya, magnetron, merupakan tabung elektronik penghasil gelombang mikro berdaya tinggi untuk kebutuhan militer.
Menurut catatan Lemelson-MIT, Spencer berperan penting dalam produksi massal magnetron tersebut. Keahliannya di bidang pertahanan itulah yang membuka jalan bagi pemanfaatan gelombang mikro di sektor domestik.
Kisah penemuan microwave yang paling populer terjadi sekitar 1945. Saat berada di dekat magnetron yang sedang aktif di laboratorium, Spencer mendapati cokelat di sakunya mulai meleleh.
Penasaran, ia menguji energi gelombang mikro tersebut menggunakan biji jagung. Hasilnya, biji jagung tersebut berubah menjadi popcorn, sementara eksperimen berikutnya dengan telur menunjukkan reaksi ledakan akibat pemanasan instan.
Meski Spencer memegang peranan kunci, pakar Raytheon John M. Osepchuk menekankan bahwa penemuan ini adalah proses bertahap. "Penemuan itu merupakan proses bertahap yang melibatkan kebetulan dan pengamatan yang disengaja oleh banyak orang," tulis Osepchuk, sebagaimana dikutip IEEE Spectrum.
Pada 8 Oktober 1945, Raytheon resmi mengajukan paten bertajuk Method of Treating Foodstuffs. "Penemuan saya berkaitan dengan pengolahan bahan makanan, khususnya memasaknya menggunakan energi elektromagnetik," ungkap Spencer dalam dokumen paten tersebut.
Komersialisasi teknologi ini dimulai pada 1947 dengan peluncuran Radarange. Perangkat generasi pertama ini memiliki tinggi 1,8 meter dengan bobot mencapai 340 kilogram, jauh dari bentuk praktis microwave modern.
Karena harga yang mencapai 3.000 dolar AS dan ukuran masifnya, Radarange kala itu hanya digunakan oleh sektor komersial seperti restoran. Baru pada 1955, Tappan merilis model RL-1 untuk rumah tangga, meski penjualannya masih terbatas.
Terobosan besar hadir pada 1967 ketika Amana, anak perusahaan Raytheon, memperkenalkan microwave meja yang lebih terjangkau. Harga 495 dolar AS kala itu membuat teknologi ini mulai merambah dapur rumah tangga secara luas.
Secara teknis, microwave memanaskan makanan melalui interaksi gelombang elektromagnetik dengan molekul air dan komponen polar lainnya. Proses ini menghasilkan energi panas, namun tidak membuat makanan menjadi bersifat radioaktif.
FDA menegaskan bahwa penggunaan microwave aman selama perangkat dalam kondisi baik. Inovasi yang bermula dari radar militer ini membuktikan bahwa pengamatan sederhana terhadap kejadian sehari-hari dapat mengubah cara manusia mengolah makanan hingga hari ini.
Sumber: Radar Banyuwangi. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.