MG Tolak Perang Harga Mobil di Pasar Indonesia
MG Motor Indonesia menegaskan persaingan mobil tidak semata soal harga, tetapi juga kualitas, biaya perawatan, dan layanan purnajual.

Persaingan harga mobil di Indonesia mendapat perhatian MG Motor Indonesia yang menilai kompetisi antarmerek, termasuk sesama produsen China, tidak harus berujung perang harga. Head of Marketing MG Motor Indonesia Hary Kurniawan menyampaikan pandangan itu di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dilansir dari Otomotif, Hary mengatakan MG memilih menawarkan nilai yang sepadan dengan harga yang dibayarkan konsumen. Strategi tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya perusahaan memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.
Menurut Hary, persaingan industri otomotif tidak hanya berlangsung antara merek China dan produsen dari negara lain. Merek-merek China juga bersaing satu sama lain melalui beragam pilihan kendaraan dan rentang harga.
Hary menegaskan MG tidak menghendaki persaingan yang berfokus pada perang harga. Ia menyebut perusahaan berupaya menghadirkan produk yang memberikan nilai bagi konsumen Indonesia.
"Kalau untuk perang harga, tentu tidak ada merek yang menghendaki perang harga," kata Hary Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia.
MG Motor Indonesia sebelumnya meluncurkan MG4 EV Max dan MG Cyberster dengan warna baru dalam ajang GIIAS 2025. Namun, Hary menekankan bahwa penawaran produk tidak hanya berkaitan dengan harga jual.
"Kalau dari posisi MG, saat ini kami berusaha menghadirkan mobil yang benar-benar memberikan nilai yang sepadan bagi konsumen Indonesia," ujar Hary Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia.
Ia kemudian menjelaskan bahwa pendekatan tersebut membuat harga bukan satu-satunya pertimbangan dalam penawaran kendaraan MG. Kualitas produk, perawatan, dan layanan setelah pembelian juga menjadi bagian dari nilai yang ditawarkan.
"Itu yang berusaha kami hadirkan. Jadi, bukan hanya soal harga murah yang kami tawarkan," kata Hary Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia.
Menurut Hary, konsumen perlu menghitung biaya yang muncul selama kendaraan digunakan, termasuk kebutuhan perawatan berkala setelah pembelian. Pertimbangan itu melengkapi perbandingan harga ketika calon pembeli memilih kendaraan.
"Sebab, hal penting dalam menghadirkan mobil kepada konsumen Indonesia bukan hanya masalah harga, tetapi juga bagaimana kualitas produknya, perawatannya, dan layanan purnajualnya," kata Hary Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia.
Hary menilai kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen menjadi bagian dari proses membangun merek dalam jangka panjang. Karena itu, MG juga memperhatikan kebutuhan calon pembeli selain menawarkan nilai terhadap harga.
"Tentu, itu merupakan proses membangun merek yang membutuhkan waktu jangka panjang. Mungkin value for money, iya. Namun, aspek kebutuhan konsumen juga kami perhatikan," ujar Hary Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia.
Pandangan tersebut menempatkan biaya perawatan dan layanan purnajual sebagai pertimbangan dalam kepemilikan kendaraan. Konsumen disebut perlu melihat keseluruhan biaya penggunaan serta kesesuaian mobil dengan kebutuhan sebelum menentukan pilihan.
Sumber: Lensa Hukum. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.