Iran Ancam AS: Perang Baru Akan Berujung Balasan Menghancurkan, Teheran Tantang Washington
TEHERAN | LIPUTAN9NEWS Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) agar tidak memulai perang baru. Teheran menegaskan akan memberikan

Peringatan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, melalui media sosial X pada Sabtu (7/11/2026). Ia sekaligus menyindir pemerintahan Presiden Donald Trump yang dinilai menghadapi tekanan politik setelah Partai Republik kehilangan kendali atas DPR dan Senat AS.
Dikutip dari Anadolu Ajansi dan Al Jazeera, Rezaei menyebut Washington telah mengalami kekalahan dalam perang maupun pemilu.
“Kalian telah kalah dalam perang dan pemilu. Vance sudah mengakui kekalahan, Rubio sedang menuju pintu keluar, Hegseth sebentar lagi dipecat, dan komandan CENTCOM sekarang menjadi podcaster!” tulis Rezaei.
Ia kemudian mempertanyakan siapa di Washington yang masih dapat menerima pesan peringatan dari Teheran.
“Mulailah perang, dan kalian akan menghadapi balasan yang menghancurkan,” tegasnya.
Pernyataan Rezaei merujuk pada Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta pimpinan Komando Pusat AS (CENTCOM).
Namun, pernyataan mengenai kemungkinan pergantian pejabat tersebut merupakan sindiran politik dari pihak Iran, bukan pengumuman resmi pemerintah AS.
Hasil pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026 dilaporkan memberikan kemenangan kepada Partai Demokrat di DPR dan Senat. Kondisi ini memperbesar tekanan politik terhadap Trump, terutama dalam menghadapi konflik dengan Iran.
Teheran tampaknya memanfaatkan situasi tersebut untuk memperkuat pesan bahwa Washington tidak berada dalam posisi politik yang solid.
Ancaman Iran muncul ketika konflik militer kedua negara terus meningkat. Al Jazeera melaporkan, AS kembali melancarkan serangan terbatas terhadap Iran, termasuk di Pulau Qeshm, setelah sejumlah kapal menjadi sasaran di sekitar Selat Hormuz.
Dua proyektil dilaporkan menghantam Pulau Qeshm pada Jumat malam (6/11). Presiden Trump menyebut operasi tersebut sebagai serangan terbatas yang menargetkan sistem pertahanan udara.
Ketegangan di Selat Hormuz juga semakin mengkhawatirkan. Sedikitnya 11 kapal dilaporkan diserang di dalam dan sekitar jalur pelayaran strategis tersebut sepanjang pekan hingga 6 November. Tiga kapal di antaranya disebut tenggelam berdasarkan laporan UKMTO.
Situasi ini meningkatkan risiko gangguan terhadap perdagangan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur penting pengiriman minyak dunia.
Iran juga memperkeras sikap militernya. Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan memerintahkan angkatan bersenjata memberikan respons tanpa pembatasan terhadap ancaman berikutnya dari AS maupun Israel.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi, turut menyatakan bahwa Iran telah menyiapkan kemampuan persenjataan baru yang akan digunakan jika serangan besar kembali terjadi.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Teheran berupaya meningkatkan daya tangkal terhadap kemungkinan operasi militer lanjutan dari Washington.
Di tengah ancaman saling balas, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Sejumlah negara kawasan, termasuk Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Oman, dan Mesir, dilaporkan terlibat dalam komunikasi untuk mencegah konflik semakin meluas.
Meski demikian, perbedaan tuntutan antara Washington dan Teheran masih menjadi hambatan utama dalam mencapai kesepakatan.
Peringatan Rezaei menjadi sinyal bahwa Iran tidak ingin menunjukkan kelemahan di tengah tekanan militer dan politik. Dengan serangan yang masih berlangsung serta ancaman balasan yang terus disampaikan, hubungan AS-Iran kini berada dalam situasi yang semakin rawan.
Jika diplomasi gagal meredakan ketegangan, konflik kedua negara berpotensi berkembang menjadi perang yang lebih luas dan membawa dampak serius bagi stabilitas kawasan Timur Tengah serta perekonomian global.
Sumber: Liputan 9. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional
Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional
Pengajian Perang di Makam WR Soepratman Rangkah Surabaya Sentil Pemimpin soal Persatuan
Pesan kritis tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengajian Perang yang digelar Surabaya Membara di kompleks makam Pahlawan Nasional Wage Rudolf (WR) Soepratman,
Program Minggu Kasih Polda Jatim Sapa Jemaat GKI Rungkut Surabaya, Serukan Perang Lawan Narkoba
Polda Jatim sapa jemaat GKI Rungkut Surabaya lewat program Minggu Kasih, ingatkan warga bahaya narkoba.
Selat Hormuz Memanas! Tiga Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau
Ledakan di Iran akibat militer domestik, bukan serangan AS. Sementara itu, insiden di Selat Hormuz ganggu pelayaran, dan Qatar mediasi nuklir AS-Iran.