Wamendikdasmen Ungkap Komitmen Presiden Perluas Akses Pendidikan Berkualitas
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengungkap komitmen Presiden Prabowo Subianto meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Komitmen tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan layak sekaligus memperkuat sarana pembelajaran bagi...

Bandung Barat – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengungkap komitmen Presiden Prabowo Subianto meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Komitmen tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan layak sekaligus memperkuat sarana pembelajaran bagi seluruh anak Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Atip saat membuka Ciputri Expo di Kompleks Pesantren Persis 50 Ciputri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ia mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
“Pendidikan adalah hak asasi dalam kehidupan bernegara dan dijamin oleh konstitusi. Sekaligus, merupakan amanah dalam ajaran agama,” ujar Atip dalam siaran pers tertulis, Minggu, 8 November 2026.
Menurut Atip, pendidikan berkualitas menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah lahirnya generasi yang tertinggal dalam pembangunan nasional. Ia mengutip Surah An-Nisa ayat 9 sebagai pengingat pentingnya tanggung jawab bersama menyiapkan generasi mendatang.
“Surat An-Nisa ayat 9 bukan hanya mengingatkan kita. Tetapi, memberikan pedoman aksi yang nyata bagi pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas demi melahirkan generasi yang unggul dan tangguh,” ujarnya.
Atip menjelaskan, salah satu prioritas pemerintah saat ini adalah memperbaiki infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data nasional yang disampaikannya, lebih dari 400 ribu ruang kelas mengalami kerusakan sedang hingga berat.
“Presiden Prabowo tidak ingin fasilitas pendidikan kita tidak memadai. Karena itu, penataan fisik dan sarana prasarana sekolah secara masif menjadi prioritas utama pemerintah saat ini,” tuturnya.
Selain pembenahan infrastruktur, pemerintah juga mendorong pembaruan kurikulum agar pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Pembelajaran pemrograman atau coding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence mulai diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar.
Namun, Atip mengingatkan pemanfaatan teknologi harus tetap disertai kemampuan berpikir kritis dan penilaian manusia. Menurutnya, kecerdasan buatan tidak boleh menggantikan kemampuan peserta didik dalam menganalisis informasi dan mengambil keputusan.
“Bagaimanapun secanggih apa pun AI, ia tetap membutuhkan penilaian dan kontrol nalar manusia. Jika manusia tidak mengetahui dan tidak memiliki daya kritis, maka mereka hanya akan mengamini saja apa pun hasil dari AI tersebut,” ucapnya.
Pemerintah juga memperkuat pendekatan pembelajaran STEM yang mencakup sains, teknologi, teknik, dan matematika di sekolah. Atip menilai penguatan bidang tersebut penting untuk membangun kemampuan berpikir logis serta meningkatkan daya saing generasi muda.
“Matematika, misalnya, bukan sekadar alat untuk berhitung. Melainkan, sarana utama untuk menguji dan melatih pola pikir logis anak-anak kita,” ucapnya.
Dalam penguatan kemampuan bahasa, Atip menyampaikan rencana menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas tiga sekolah dasar. Pemerintah juga berencana memperkenalkan bahasa asing pilihan serta mengembangkan Sekolah Nasional Terintegrasi.
“Mulai tahun depan, bahasa Inggris akan dijadikan mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD, dan pengenalan bahasa asing pilihan juga akan diperkenalkan. Sebagai wujud nyata dari visi besar ini, Presiden Prabowo saat ini telah mulai mengembangkan Sekolah Nasional Terintegrasi,” ujarnya.
Selain pembaruan pembelajaran, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik melalui program beasiswa. Program tersebut diarahkan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan diploma empat atau sarjana.
Atip berharap seluruh lembaga pendidikan, termasuk lingkungan pendidikan Persatuan Islam, terus mengutamakan peningkatan mutu pembelajaran. Ia juga mengajak keluarga besar Persis menghadirkan keteladanan dalam kehidupan melalui dakwah uswah hasanah.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Houthi Respons Serangan Balik Saudi di Yaman
Otoritas Houthi menyatakan serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi menewaskan 33 orang di Provinsi Sanaa, Yaman.
Hujan Guyur Jeddah, NCM Saudi Perkirakan Gelombang Hujan Meluas hingga Selasa 10 November
Hujan sedang hingga lebat mengguyur Jeddah, Sabtu (7/11/2026). NCM memperkirakan hujan meluas hingga Selasa, Pertahanan Sipil minta warga jauhi lembah.
Trump Sesumbar AS Bisa Duduki Iran dan Kuasai Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sesumbar negaranya berpotensi menjadi penguasa atau pihak yang menduduki Iran di tengah konflik militer
Haji 2027, Pemerintah Perketat Seleksi Petugas dan Pengawasan Layanan Jemaah
Haji 2027, Pemerintah Perketat Seleksi Petugas dan Pengawasan Layanan Jemaah