Kamis, 5 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Konflik AS-Iran Mereda, Harga Minyak WTI Kembali Tertekan

Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) masih berada dalam tekanan seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap konflik AS-Iran

Sumber foto: Kompas.com

Meredanya ketegangan geopolitik membuat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz mulai berkurang.

Padahal, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis dalam distribusi energi global. Setiap gangguan keamanan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran pengiriman minyak dan memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan dunia.

Ketika aktivitas pengiriman minyak mulai kembali mendekati kondisi normal, premi risiko geopolitik pada harga minyak berpotensi menyusut. Kondisi ini turut memberikan tekanan terhadap harga WTI.

Selain faktor geopolitik, prospek surplus pasokan minyak global dalam beberapa bulan mendatang juga menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga.

Kelebihan pasokan dapat membatasi ruang penguatan harga, terutama apabila pertumbuhan permintaan minyak tidak mampu mengimbangi peningkatan produksi.

Dari sisi teknikal, Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai tren bearish atau kecenderungan penurunan harga minyak WTI masih cukup kuat.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures pada timeframe harian (daily), tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga minyak.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi WTI untuk melanjutkan pelemahan menuju zona support terdekat pada kisaran 80,90 dollar AS hingga 83,41 dollar AS per barel.

"Pergerakan minyak pada timeframe Daily telah memasuki tren bearish yang cukup kuat," demikian analisis teknikal Dupoin Futures.

Sinyal pelemahan tersebut juga terlihat dari indikator Stochastic yang menunjukkan pola Bearish Divergence dan masih bergerak menuju area Oversold.

Bearish Divergence merupakan kondisi ketika pergerakan indikator teknikal menunjukkan pelemahan momentum kenaikan, sehingga dapat mengindikasikan meningkatnya potensi tekanan jual.

Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with