Ketegangan di Timur Tengah Semakin Memanas Setelah Iran Instruksikan Hizbullah Siaga Penuh dan Adopsi Strategi Pertahanan Baru – Berita Senator
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka memperingatkan bahwa negaranya tidak akan ragu melancarkan invasi lanjutan

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan, Iran dilaporkan telah menginstruksikan kelompok Hizbullah di Lebanon untuk meningkatkan kesiagaan militer secara penuh. Arahan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi konfrontasi berskala luas dengan Israel.
Berdasarkan laporan media asal Uni Emirat Arab, Erem News, yang mengutip sumber-sumber keamanan dan militer Lebanon pada Kamis (15/10/2026), seluruh personel penuh waktu Hizbullah yang menerima gaji bulanan telah dipanggil untuk siaga. Meski demikian, sumber tersebut menekankan bahwa instruksi ini merupakan persiapan menghadapi skenario jangka pendek dan belum menjadi keputusan final untuk memulai perang terbuka.
Salah satu transformasi paling mencolok dalam tubuh militer Hizbullah adalah adopsi elemen doktrin "pertahanan mosaik" ala Iran. Strategi ini dirancang untuk mendesentralisasikan komando militer, sehingga kelompok tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada hierarki komando pusat dan mempertahankan daya gempur meskipun terputus dari pimpinan utama.
Sebelumnya, laporan dari media independen Al-Modon menyebutkan bahwa Hizbullah secara intensif memanfaatkan masa gencatan senjata untuk menyusun kembali kekuatan militer mereka di wilayah selatan Lebanon, baik di sisi utara maupun selatan Sungai Litani. Upaya rearmasi ini juga diperkuat oleh temuan aparat keamanan Lebanon yang baru-baru ini mencegat truk pengangkut ratusan kilogram bahan peledak jenis TNT dan C4 di Lembah Bekaa.
Di sisi berlawanan, eskalasi retorika militer turut meningkat tajam dari pihak Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka memperingatkan bahwa negaranya tidak akan ragu melancarkan invasi lanjutan dan merebut wilayah tambahan di Lebanon selatan jika Hizbullah nekat membuka front pertempuran baru yang dikoordinasikan oleh Teheran.
"Jika Hizbullah bergabung dengan Iran dalam serangan terhadap Israel, mereka akan menghadapi pukulan telak dan kehilangan wilayah tambahan di Lebanon selatan, di area Nabatiya dan Sungai Litani, yang akan dijadikan bagian dari zona keamanan permanen Israel," tegas Katz saat melakukan kunjungan ke zona penyangga Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Situasi kawasan kini berada di ambang ketidakpastian yang tinggi. Para pengamat internasional menilai kombinasi antara pemulihan kemampuan militer Hizbullah dan ancaman terbuka dari Tel Aviv berpotensi memicu babak baru konflik bersenjata yang dampaknya akan langsung dirasakan oleh stabilitas kawasan Lebanon dan sekitarnya.
Sumber: Berita Senator. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.