Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur, Bawa Misi Kemanusiaan untuk Anak Palestina

Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur, Bawa Misi Kemanusiaan untuk Anak Palestina

Sumber foto: rmol jateng

Konser maestro tenor dunia Andrea Bocelli di Candi Borobudur, Magelang, tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik kelas dunia. Konser ini juga membawa misi kemanusiaan dengan target penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak korban konflik, termasuk di Palestina.

Pertunjukan bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia tersebut digelar pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di kawasan Candi Borobudur. Inisiatif sosial yang dihadirkan promotor Shoemaker Live menjadi bagian penting dari rangkaian konser yang memperingati 30 tahun perjalanan album legendaris Romanza.

Melalui program tersebut, Shoemaker Live menargetkan pengumpulan dan penyaluran 100.000 pasang sepatu untuk anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak konflik. Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar anak-anak yang menghadapi keterbatasan akibat situasi kemanusiaan.

Kehadiran program sosial tersebut memperluas tujuan penyelenggaraan konser. Musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan pesan solidaritas, membangun kepedulian, dan mengajak masyarakat memberikan perhatian kepada mereka yang terdampak konflik.

Andrea Bocelli sendiri merupakan penyanyi tenor asal Italia yang lahir pada 22 September 1958 di Lajatico, Tuscany. Perjalanan hidupnya menjadi perhatian dunia karena ia tetap mengembangkan kemampuan bermusik meskipun mengalami gangguan penglihatan sejak kecil.

Bocelli mengalami gangguan penglihatan akibat glaukoma sejak lahir. Penglihatannya kemudian hilang sepenuhnya ketika berusia 12 tahun setelah mengalami kecelakaan saat bermain sepak bola. Kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk menekuni dunia musik hingga dikenal sebagai salah satu penyanyi tenor terkemuka dunia.

Namanya semakin dikenal secara internasional setelah merilis lagu Con te partirò pada 1995. Lagu tersebut kemudian hadir dalam versi duet bersama penyanyi Inggris Sarah Brightman dengan judul Time to Say Goodbye, yang menjadi salah satu karya paling ikonik dalam perjalanan kariernya.

Popularitas Bocelli semakin berkembang melalui kolaborasinya bersama Céline Dion dalam lagu The Prayer. Karya tersebut dibawakan dalam ajang Academy Awards 1999 dan mendapatkan nominasi Oscar untuk kategori Best Original Song.

Selama lebih dari tiga dekade berkarya, Bocelli dikenal melalui genre classical crossover, yakni perpaduan musik klasik dan opera dengan unsur musik populer. Karakter vokalnya yang khas membuat karya-karyanya menjangkau pendengar dari berbagai negara dan generasi.

Selain berkarier di dunia musik, Bocelli juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan melalui Andrea Bocelli Foundation (ABF), yayasan yang didirikannya pada 2011. Organisasi tersebut menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pendidikan, musik, dan dukungan bagi komunitas rentan, terutama anak-anak serta generasi muda.

Salah satu program yang dijalankan adalah Voices of Peace. Inisiatif ini mempertemukan anak-anak dan remaja dari Italia dan Ukraina melalui kegiatan paduan suara serta pendidikan musik sebagai sarana membangun komunikasi dan semangat perdamaian.

Kepedulian ABF terhadap anak-anak di wilayah konflik juga diwujudkan melalui program ABF Voices of Jerusalem. Bekerja sama dengan Magnificat Institute, program tersebut memberikan pendidikan musik, pelatihan paduan suara, pengembangan keterampilan sosial dan emosional, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dan generasi muda dari Betlehem serta Yerusalem Timur.

Pada Oktober 2019, Andrea Bocelli juga tampil bersama penyanyi sopran Palestina, Zeina Barhoum, dalam kegiatan penggalangan dana yang diselenggarakan Andrea Bocelli Foundation bersama Galilee Foundation. Kegiatan tersebut berhasil menghimpun hampir 760.000 poundsterling untuk mendukung program pendidikan kedua yayasan.

Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan konser Andrea Bocelli di Indonesia memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik. Menurutnya, pesan perdamaian, solidaritas, dan persatuan menjadi nilai penting yang ingin disampaikan melalui penyelenggaraan konser tersebut.

Prajna menyebut pihaknya memahami bahwa konser ini memiliki makna emosional bagi masyarakat, terutama di tengah berbagai konflik kemanusiaan yang masih berlangsung. Ia juga menegaskan bahwa pihak penyelenggara terbuka terhadap berbagai pandangan dan kepedulian yang disampaikan masyarakat.

“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka,” ujar Prajna, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Ia menambahkan, Andrea Bocelli ingin menyampaikan harapan akan perdamaian dunia, khususnya bagi masyarakat yang hingga kini belum dapat merasakan kehidupan tanpa konflik. Pesan tersebut juga akan dihadirkan melalui salah satu lagu yang secara khusus didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian.

Rangkaian konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia tidak hanya berlangsung di Magelang. Setelah pertunjukan di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026, konser dijadwalkan berlanjut pada 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Melalui rangkaian pertunjukan tersebut, Shoemaker Live menghadirkan perpaduan antara perayaan perjalanan musik Andrea Bocelli dan inisiatif kepedulian sosial. Target penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak terdampak konflik menjadi salah satu pesan kemanusiaan yang diusung dalam konser di Indonesia.

Sumber: rmol jateng. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with