Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Bencana Alam

Hujan Semalaman Picu 29 Bencana di Cilacap dan Banyumas, Banjir Hingga Longsor di Sejumlah Wilayah

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas  memicu sedikitnya 29 kejadian bencana alam 

Sumber foto: Tribunjateng.com

Hujan Semalaman Picu 29 Bencana di Cilacap dan Banyumas, Banjir hingga Longsor Melanda Sejumlah Wilayah

CILACAP – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas sejak Jumat (30/10/2026) malam hingga Sabtu (31/10/2026) dini hari memicu sedikitnya 29 kejadian bencana alam di dua wilayah tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap hingga Sabtu pukul 08.00 WIB, tercatat delapan titik banjir dan satu titik tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan petugas masih melakukan pemantauan dan asesmen di sejumlah lokasi terdampak untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus kebutuhan penanganan.

"Petugas masih melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi terdampak untuk mengetahui kondisi terkini serta kebutuhan penanganan," kata Taryo kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (31/10/2026).

Di Kecamatan Kroya dan Maos, genangan air terpantau di beberapa desa, di antaranya Desa Karangreja, Mujur Lor, Sikampuh, dan Mrenek.

Ketinggian air di sejumlah lokasi tersebut bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga 50 sentimeter.

Meski demikian, warga di Desa Karangreja dilaporkan belum mengungsi.

Namun, pemerintah desa mulai melakukan langkah antisipasi dengan mempersiapkan dapur umum di balai desa apabila kondisi banjir semakin memburuk.

"Warga di Desa Karangreja belum mengungsi. Namun, pemerintah desa mulai mempersiapkan dapur umum di balai desa untuk mengantisipasi perkembangan situasi," ungkapnya.

Selain di wilayah Kroya dan sekitarnya, hujan yang berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari juga menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kecamatan Jeruklegi.

Di Desa Cilibang, air menggenangi lapangan desa hingga melimpas ke jalan raya Jeruklegi-Wangon.

Kendati demikian, akses jalan tersebut masih dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Sementara itu, kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di Dusun Paneon, Desa Mandala, Kecamatan Jeruklegi.

Petugas telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk menangani kejadian tersebut.

Sumber: Tribunjateng.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with