Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Wamen ATR/Waka BPN: Memberikan Seminar Nasional Pertanahan

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menekankan pentingnya integrasi data hak atas tanah, tata ruang, dan nilai tanah sebagai salah satu...

Sumber foto: RRI.co.id

Langgur – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menekankan pentingnya integrasi data hak atas tanah, tata ruang, dan nilai tanah sebagai salah satu langkah strategis dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan pertanahan, tata ruang, dan kewilayahan.

Penegasan tersebut disampaikan Ossy Dermawan saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Pertanahan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), Kamis(08/10/2026) secara daring.

“Tanahnya tidak berpindah. Luasnya juga tidak berubah. Tetapi, nilai ekonominya dapat berubah secara drastis karena nilai tanah bukan sekadar angka rupiah per meter persegi. Nilai tanah merupakan hasil interaksi lokasi, aksesibilitas, infrastruktur, tata ruang, aktivitas ekonomi, kepastian hukum, dan lain-lain,” jelas Wamen ATR/Waka BPN.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa keterpaduan data pertanahan dan tata ruang memiliki peran penting dalam menciptakan keselarasan informasi serta mendukung proses pengambilan kebijakan yang lebih tepat dan terarah.

“Jangan sampai kita memiliki peta hak yang baik, peta tata ruang yang baik, peta nilai tanah yang baik, tapi ketiganya hidup di dunia yang berbeda, terfragmentasi di sana-sini. Ketika ketiganya dapat terhubung, kita tidak hanya akan mengetahui di mana tanah berada, tetapi juga siapa yang memiliki hak, apa yang dapat dilakukan di atasnya, dan bagaimana nilai ekonominya berkembang,” pungkas Wamen Ossy.

Integrasi data hak atas tanah, tata ruang, dan nilai tanah juga dinilai dapat menjadi landasan dalam mengidentifikasi berbagai persoalan pemanfaatan ruang dan wilayah, sekaligus mendorong terciptanya pengelolaan pertanahan yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Dalam seminar yang digelar secara daring ini, turut hadir Direktur Pembinaan dan Pengawasan Profesi Keuangan, Kementerian Keuangan RI, Erawati yang juga menjadi pembuka acara. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari sejumlah kementerian/lembaga, Anggota MAPPI dan perwakilan pemerintah daerah

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with