Kembali Memanas! Donald Trump Pertimbangkan Gempur Iran Lagi, Teheran Ancam Tembaki Kapal Perang AS
Trump pertimbangkan serangan baru ke Iran, sementara Teheran mengancam kapal perang Amerika Serikat.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Di tengah ancaman tersebut, Teheran menegaskan tidak akan membiarkan kapal perang Amerika Serikat memasuki perairan teritorialnya.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdullahi, menegaskan militer Iran memiliki kemampuan untuk menargetkan kapal-kapal Amerika Serikat yang berada di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan yang disiarkan pada Sabtu 24 Oktober 2026, Abdullahi menyebut keinginan Amerika Serikat untuk kembali memasuki Teluk Persia hanya akan menjadi angan-angan.
Ia juga mempertanyakan pernyataan Washington yang mengklaim kemampuan militer Iran sebagian besar telah hancur, tetapi masih enggan mendekatkan kapal induknya ke wilayah Iran.
Menurut Abdullahi, sikap tersebut menunjukkan adanya kontradiksi dalam pernyataan Amerika Serikat mengenai kekuatan militer Iran.
Ia menegaskan Iran bertekad membalas serangan Amerika Serikat dan Israel yang, menurut transkrip, dimulai pada 28 Februari 2026.
Trump Pertimbangkan Dua Opsi Hadapi Iran
Sementara Iran mengeluarkan peringatan keras, Donald Trump justru membuka kemungkinan untuk kembali menjalankan operasi militer Epic Fury.
Dalam rapat umum di Florida pada Jumat (23/10/2026), Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat memiliki sejumlah pilihan untuk menghadapi Iran, termasuk melancarkan serangan besar-besaran.
Pilihan pertama adalah mengakhiri konflik melalui serangan militer berskala besar. Adapun pilihan kedua adalah melanjutkan tekanan terhadap Teheran melalui blokade angkatan laut dan sanksi.
Opsi tersebut menempatkan konflik AS-Iran dalam situasi yang kembali tegang. Jika serangan baru benar-benar dilakukan, konflik yang telah berlangsung berpotensi memasuki babak berikutnya.
Namun, berdasarkan informasi dalam transkrip, belum ada kepastian bahwa Trump telah mengambil keputusan final untuk melancarkan serangan baru.
Diplomasi di Istanbul Belum Hasilkan Kesepakatan
Di tengah meningkatnya ancaman militer, upaya diplomasi yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada 23 Oktober 2026, belum menghasilkan kesepakatan.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, memperingatkan bahwa serangan baru justru berisiko memperluas perang di kawasan.
Sumber: Tribunnews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...