Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Lembaga HAM Israel B’Tselem Sebut Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Hebron

Lembaga HAM Israel B'Tselem memperingatkan bahwa Israel memperluas kampanye pembersihan etnis dan pengusiran massal di kota Hebron, Tepi Barat.

Sumber foto: Minanews.net

Hebron, MINA – Kelompok hak asasi manusia Israel, B’Tselem, memperingatkan bahwa Israel memperluas apa yang mereka sebut kampanye pembersihan etnis di kota Hebron, Tepi Barat.

Dalam pernyataan pada Sabtu (24/10), kelompok itu menyebut rencana pengusiran massal dan penghancuran bangunan di kota tersebut telah mulai dijalankan.

Direktur Eksekutif B’Tselem, Yuli Novak menyatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz telah mengumumkan niat mengosongkan sebuah permukiman Palestina di Hebron dan mengulang pengusiran serta kehancuran massal seperti yang terjadi di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat bagian utara.

B’Tselem mencatat sedikitnya 33.000 warga Palestina telah terusir di wilayah utara Tepi Barat. Kelompok itu mendesak pemerintah dan lembaga internasional menggunakan semua cara menurut hukum internasional untuk mencegah pengusiran paksa, hukuman kolektif, dan penghancuran besar-besaran yang melanggar hukum.

Rangkaian tindakan itu dimulai setelah serangan di pos pemeriksaan Farsh al-Hawa, sebelah barat Hebron, pada Jumat (23/10) yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya, menurut militer Israel.

Militer Israel menutup akses ke Hebron dan wilayah Halhul di dekatnya, sedangkan Netanyahu memerintahkan penutupan penuh Tepi Barat. Administrasi Sipil Israel kemudian mulai merobohkan bangunan milik warga Palestina di lingkungan Farsh al-Hawa.

Menurut pemerintah kota Hebron, sekitar 500 keluarga atau sekitar 2.500 warga terdampak operasi tersebut. Militer Israel menyebut langkah itu sebagai operasi kontraterorisme dan menyatakan bangunan yang dihancurkan adalah struktur ilegal yang berpotensi mengancam keamanan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengumumkan pembentukan empat pos terdepan pertanian permukiman baru di perbukitan Hebron Selatan.

B’Tselem menilai rencana tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang dan bagian dari upaya memperluas permukiman serta memperkuat kendali permanen Israel atas Tepi Barat.

Insiden ini terjadi empat hari sebelum Israel menggelar pemilu 27 Oktober, yang menjadi ujian penting bagi Netanyahu sejak serangan 7 Oktober 2023. []

Sumber: Minanews.net. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with