Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

BNPB Pastikan Reposisi Armada Udara dari Kalimantan ke Jawa Timur Sesuai Kebutuhan Operasi

BNPB memastikan bahwa reposisi armada udara dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan ke Jawa Timur.

Sumber foto: Badan Nasional Penanggulangan Bencana

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa reposisi armada udara dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan ke Jawa Timur dilakukan berdasarkan evaluasi kebutuhan dan kondisi operasi di lapangan.

Di Kalimantan Barat, reposisi satu pesawat patroli/Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke Jawa Timur tidak mengganggu pelaksanaan operasi udara. Hal ini mempertimbangkan kondisi kebakaran yang relatif telah menurun, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, dengan luas lahan terbakar yang jauh lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.

Saat ini, Kalimantan Barat masih didukung oleh tujuh pesawat water bombing, terdiri atas tiga pesawat dari TNI dan empat pesawat dari BNPB. Dengan dukungan tersebut, operasi pemadaman tetap dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan, pemanfaatan armada udara masih menghadapi kendala jarak pandang yang rendah. Kondisi tersebut membatasi pelaksanaan operasi penerbangan, khususnya untuk misi pemadaman dari udara. Karena itu, pengerahan pesawat harus tetap mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan penerbangan.

Di sisi lain, kebutuhan dukungan udara di Jawa Timur saat ini sangat mendesak untuk membantu penanganan kebakaran. Oleh karena itu, reposisi armada dilakukan agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai tingkat kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah.

BNPB terus berkoordinasi dengan TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan penempatan armada udara tetap adaptif terhadap perubahan kondisi kebakaran dan cuaca.

Reposisi armada bukan berarti mengurangi komitmen penanganan karhutla di Kalimantan, melainkan menyesuaikan dukungan operasional berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, dengan tetap mengutamakan efektivitas dan keselamatan penerbangan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with