3 Alasan Institut Konfusius yang didanai China Disebut sebagai Ancaman Keamanan Nasional AS
Departemen Pertahanan AS menetapkan pusat-pusat kebudayaan yang didanai China di kampus-kampus universitas, yang dikenal sebagai Institut Konfusius, s

Departemen Pertahanan AS menetapkan pusat-pusat kebudayaan yang didanai China di kampus-kampus universitas, yang dikenal sebagai Institut Konfusius, sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat. Itu diungkapkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Washington telah lama menuduh Institut Konfusius sebagai alat propaganda China dan telah mengambil langkah-langkah untuk menindak lembaga-lembaga tersebut.
"Ternyata ada 80 sel propaganda baru yang muncul di 30 universitas dengan menggunakan nama dan piagam yang berbeda, namun dengan misi yang sama: mencuri kekayaan intelektual dan menyusup ke dalam pikiran para mahasiswa Amerika," kata Hegseth.
Selama dua bulan terakhir, Departemen Pertahanan telah "membongkar setiap organisasi tersebut secara sistematis," ujarnya.
Komentar ini disampaikan sehubungan dengan kebijakan Departemen Pertahanan AS yang menerapkan pembatasan pendanaan penelitian terhadap puluhan universitas di China. Awal bulan ini, seorang anggota parlemen dari Partai Republik meminta departemen tersebut untuk menambahkan 58 institusi pendidikan dan 62 laboratorium teknologi asal China ke dalam daftar yang dikenal sebagai "daftar 1286".
"Tindakan AS pada dasarnya memaksa lembaga-lembaga penelitian di AS untuk memihak, serta secara sengaja merusak kerja sama penelitian ilmiah yang wajar antara China dan AS," ungkap Kementerian Perdagangan China.
"Hal ini justru akan menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi AS sendiri," tambahnya.
Departemen Pertahanan—yang oleh Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth disebut sebagai "Departemen Perang"—dilarang memberikan pendanaan penelitian kepada entitas mana pun yang bekerja sama dengan universitas-universitas China yang tercantum dalam daftar tersebut. Pihak departemen menyatakan bahwa kolaborasi dengan institusi-institusi dalam daftar itu merupakan masalah kepatuhan yang dapat membahayakan pendanaan federal AS.
Sumber: RCTI+. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.