Iran Tetap Terbuka pada Pembicaraan AS, tetapi Tuding Trump Rusak Diplomasi
Iran tetap terbuka pada pembicaraan AS di bawah kesepakatan mediasi Pakistan. Teheran siap buka Selat Hormuz jika blokade dicabut, tetapi Trump menolak. Iran juga pelajari Perjanjian Pertahanan Makkah.

Islamabad, MINA — Iran menegaskan tetap terbuka untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat di bawah kesepakatan sementara yang dimediasi Pakistan. Laporan Arab News.
Namun, Duta Besar Teheran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, menuduh Washington justru merusak jalur diplomasi dan memperpanjang kebuntuan terkait Selat Hormuz.
Dalam seminar di Islamabad pada Sabtu (24/10), Moghadam mengungkapkan bahwa Iran telah menyampaikan sinyal melalui Pakistan, mereka siap membuka kembali Selat Hormuz asalkan Washington mencabut blokade lautnya.
Namun, tawaran itu ditolak oleh Presiden AS Donald Trump, yang bersikeras melanjutkan blokade pelabuhan Iran.
Pakistan dan Qatar menjadi mediasi utama dalam perjanjian sementara bulan Juni lalu.
Kesepakatan itu dirancang untuk mengembalikan pelayaran melalui Selat Hormuz, mencabut blokade laut AS, dan membuka jalan negosiasi yang lebih luas terkait program nuklir Iran.
Moghadam menyebut bahwa kesediaan Iran untuk membuka selat telah disampaikan langsung saat kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, ke Teheran, dengan syarat Washington mengakhiri blokadenya.
“Kami siap membuka Selat Hormuz jika blokade dicabut. Tetapi Trump menolak,” tegas Moghadam.
Iran Pelajari Perjanjian Pertahanan Makkah
Dalam kesempatan yang sama, Moghadam juga menyinggung Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang melibatkan Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye.
Menurutnya, Iran akan mempelajari perjanjian tersebut sebelum memutuskan sikap.
“Kami akan mempelajari Perjanjian Makkah, dan jika itu baik, kami akan mendukungnya,” ujarnya.
Ia menyebut pakta tersebut sebagai instrumen potensial untuk persatuan di kawasan. Namun, ia menegaskan bahwa Iran akan menilai dampaknya terlebih dahulu.
Perjanjian Makkah ditandatangani setelah serangkaian serangan balasan Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi. Ketiga negara penandatangan menyatakan bahwa pakta ini bertujuan memperkuat penangkalan kolektif dan memperluas kerja sama pertahanan. []
Sumber: Minanews.net. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.