Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Iran Tetap Terbuka pada Pembicaraan AS, tetapi Tuding Trump Rusak Diplomasi

Iran tetap terbuka pada pembicaraan AS di bawah kesepakatan mediasi Pakistan. Teheran siap buka Selat Hormuz jika blokade dicabut, tetapi Trump menolak. Iran juga pelajari Perjanjian Pertahanan Makkah.

Sumber foto: Minanews.net

Islamabad, MINA — Iran menegaskan tetap terbuka untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat di bawah kesepakatan sementara yang dimediasi Pakistan. Laporan Arab News.

Namun, Duta Besar Teheran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, menuduh Washington justru merusak jalur diplomasi dan memperpanjang kebuntuan terkait Selat Hormuz.

Dalam seminar di Islamabad pada Sabtu (24/10), Moghadam mengungkapkan bahwa Iran telah menyampaikan sinyal melalui Pakistan, mereka siap membuka kembali Selat Hormuz asalkan Washington mencabut blokade lautnya.

Namun, tawaran itu ditolak oleh Presiden AS Donald Trump, yang bersikeras melanjutkan blokade pelabuhan Iran.

Pakistan dan Qatar menjadi mediasi utama dalam perjanjian sementara bulan Juni lalu.

Kesepakatan itu dirancang untuk mengembalikan pelayaran melalui Selat Hormuz, mencabut blokade laut AS, dan membuka jalan negosiasi yang lebih luas terkait program nuklir Iran.

Moghadam menyebut bahwa kesediaan Iran untuk membuka selat telah disampaikan langsung saat kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, ke Teheran, dengan syarat Washington mengakhiri blokadenya.

“Kami siap membuka Selat Hormuz jika blokade dicabut. Tetapi Trump menolak,” tegas Moghadam.

Iran Pelajari Perjanjian Pertahanan Makkah

Dalam kesempatan yang sama, Moghadam juga menyinggung Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang melibatkan Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye.

Menurutnya, Iran akan mempelajari perjanjian tersebut sebelum memutuskan sikap.

“Kami akan mempelajari Perjanjian Makkah, dan jika itu baik, kami akan mendukungnya,” ujarnya.

Ia menyebut pakta tersebut sebagai instrumen potensial untuk persatuan di kawasan. Namun, ia menegaskan bahwa Iran akan menilai dampaknya terlebih dahulu.

Perjanjian Makkah ditandatangani setelah serangkaian serangan balasan Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi. Ketiga negara penandatangan menyatakan bahwa pakta ini bertujuan memperkuat penangkalan kolektif dan memperluas kerja sama pertahanan. []

Sumber: Minanews.net. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with