Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Israel Kepung Hebron Hari Kedua, 19 Warga Palestina Ditangkap di Tepi Barat

Pasukan Israel terus mengepung Kota Hebron di Tepi Barat bagian selatan yang diduduki selama dua hari berturut-turut, Sabtu (24/10/2026).

Sumber foto: Serambinews.com

Pasukan Israel terus mengepung Kota Hebron di Tepi Barat bagian selatan yang diduduki selama dua hari berturut-turut, Sabtu (24/10/2026). Dalam operasi tersebut, puluhan warga Palestina dilaporkan dipaksa keluar dari rumah mereka, sementara 19 orang lainnya ditangkap dalam serangkaian penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat.

Dilansir Middle East Monitor yang mengutip Anadolu, kantor berita resmi Palestina, Wafa, melaporkan bahwa pasukan Israel menggerebek kawasan al-Jilda dan Deir Bahha di pusat Hebron, kemudian memberlakukan pengepungan total di kedua wilayah tersebut.

Pasukan Israel juga memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka pada dini hari dan berdiri di luar rumah. Operasi itu melibatkan pengerahan tambahan kendaraan militer dan buldoser.

Selain itu, militer Israel menutup akses utama dan jalan-jalan menuju Hebron, sehingga kota tersebut terisolasi dari wilayah sekitarnya.

Menurut laporan Wafa, pasukan Israel turut menggeledah sejumlah rumah dan menahan puluhan warga untuk menjalani interogasi di tempat. Sebagian warga yang ditahan kemudian dibebaskan pada Sabtu pagi.

Di luar pengepungan Hebron, pasukan Israel juga menangkap 19 warga Palestina dalam operasi militer di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Penangkapan tersebut mencakup dua warga Palestina dari kawasan Hindaza dan kamp pengungsi al-Azza di wilayah Bethlehem, 16 orang dari wilayah Nablus, serta seorang pemuda dari kamp pengungsi Aqabat Jabr di Jericho.

Rangkaian penangkapan ini menambah daftar operasi militer Israel di Tepi Barat, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan serangan, penggerebekan, dan pembatasan terhadap aktivitas warga Palestina.

Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, mengalami eskalasi serangan militer Israel dan kekerasan oleh para pemukim sejak Israel melancarkan perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Serangan tersebut mencakup pembunuhan dan penangkapan warga Palestina, penghancuran rumah serta bangunan lainnya, pembakaran masjid dan kendaraan, hingga perataan lahan pertanian.

Warga Palestina juga menghadapi pembatasan akses ke lahan pertanian, pengusiran komunitas dari tempat tinggal mereka, serta perluasan permukiman Israel.

Kondisi tersebut semakin memperburuk kehidupan masyarakat Palestina, terutama mereka yang tinggal di kawasan yang kerap menjadi sasaran operasi militer dan aktivitas pemukiman.

Sebelumnya, pada Jumat (23/10/2026), militer Israel mengklaim dua warga Palestina tewas dalam baku tembak dengan pasukannya.

Militer Israel menuduh kedua warga Palestina tersebut melepaskan tembakan ke arah pemukim Israel di Hebron hingga melukai lima orang.

Setelah insiden yang dilaporkan tersebut, militer Israel mengumumkan penutupan total Kota Hebron dan sejumlah kota di sekitarnya.

Pengepungan yang berlanjut hingga Sabtu itu membuat pergerakan warga semakin terbatas, sementara penggerebekan dan penangkapan terus berlangsung di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki.(*)

Sumber: Serambinews.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with