Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Israel Hancurkan Permukiman di Hebron, Sekitar 1.500 Warga Palestina Terusir

Pasukan Israel menghancurkan sebagian kawasan Ein Deir Baha di Hebron, Tepi Barat. Sekitar 1.500 warga Palestina dilaporkan terusir dari rumah.

Sumber foto: WestJavaToday.com

WJToday, Hebron — Pasukan Israel menghancurkan sebagian kawasan permukiman Ein Deir Baha di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, dan menyebabkan ratusan keluarga Palestina meninggalkan rumah mereka.

Pemerintah Kota Hebron memperkirakan sekitar 35 hektare wilayah telah dihancurkan atau ditandai untuk dihancurkan. Hingga Sabtu (24/10/2026), sekitar 1.500 orang dilaporkan telah terusir dari rumah mereka.

Sekitar 300 keluarga terdampak akibat penghancuran tersebut. Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat dan teman, sementara pemerintah kota membuka sejumlah fasilitas umum untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.

Penghancuran kawasan tersebut terjadi setelah dua pria bersenjata Palestina menyerang pos pemeriksaan militer Israel di sekitar Hebron pada Jumat (23/10/2026).

Dalam baku tembak yang berlangsung sekitar 20 menit, dua tentara Israel tewas dan tiga lainnya terluka. Dua pria bersenjata yang disebut melakukan serangan tersebut juga tewas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan akan mengambil tindakan keras setelah serangan tersebut. Ia menyebut Israel akan menghancurkan kawasan yang berkaitan dengan para penyerang.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich juga datang ke lokasi dan mempublikasikan video penghancuran salah satu bangunan Palestina. Ia mengatakan telah memerintahkan penghancuran sejumlah bangunan yang disebut dibangun tanpa izin di sekitar lokasi serangan.

Smotrich bahkan menyerukan operasi militer yang lebih luas dengan membandingkannya dengan operasi Israel di Gaza dan Lebanon.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga mengatakan kawasan tempat tinggal yang dikaitkan dengan para penyerang akan dikosongkan. Ia membandingkan rencana tersebut dengan operasi Israel di Gaza dan kamp pengungsi Jenin.

Sementara itu, pemerintah Palestina melaporkan adanya rencana untuk memindahkan sekitar 2.500 warga lainnya dari kawasan tersebut.

Warga Sebut Penghancuran sebagai Hukuman Kolektif

Aktivis hak asasi manusia Palestina di Hebron, Issa Amro, mengecam penghancuran dan pengusiran warga tersebut sebagai bentuk hukuman kolektif.

Menurutnya, banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal tidak memiliki hubungan dengan serangan terhadap tentara Israel.

“Kami dihukum secara kolektif atas sesuatu yang tidak kami lakukan dan tidak kami dukung,” ujar Amro, sebagaimana dikutip The Guardian.

Amro mengatakan keluarganya sendiri termasuk yang terdampak oleh pengusiran tersebut.

Penghancuran itu juga terjadi menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung beberapa hari setelah kejadian. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa kebijakan terhadap warga Palestina di Hebron turut dipengaruhi kepentingan politik menjelang pemilu.

Kota Hebron merupakan salah satu kota terbesar di Tepi Barat dengan sekitar 250.000 penduduk. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Tepi Barat mengalami peningkatan kekerasan, penggusuran, perluasan permukiman Israel, serta pembatasan terhadap warga Palestina.

Pemerintah Kota Hebron kini masih menangani warga yang kehilangan tempat tinggal, sementara situasi keamanan di kota tersebut diperketat dengan penutupan akses dan pemeriksaan di berbagai titik.***

Sumber: WestJavaToday.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with